LANGIT7.ID - , Jakarta - Selama bulan Ramadhan, para penyandang tunanetra menggelar tadarus bersama di Masjid Nurul Huda, komplek Disabilitas Sensorik Netra Bakti Candrasa, Solo, Jawa Tengah, setiap harinya. Para penyandang tunanetra ini bertadarus menggunakan Al-Quran braille
Memasuki zuhur, peyandang tunanetra bergantian mengambil wudhu untuk menunaikan shalat berjamaah dan tadarus. Kegiatan ini menjadi rutinitas harian para penghuni panti sosial selama bulan Ramadhan.
Baca juga: Al-Azhar Luncurkan Al-Qur'an Braille, Bantu Tunanetra Membaca dan MenghafalMeski sedikit kesulitan, dalam menggunakan Al-Quran braille dan belum lancar membaca, namun mereka tetap semangat untuk terus membaca.
"Untuk Ramadhan ini setiap habis shalat (tadarus). Terus adakalanya sendiri-sendiri, habis tarawih juga. Nah, untuk yang bersama-sama habis zuhur," kata pengajar Panti Sosial Disabilitas Sensorik Bhakti Candrasa, Sartono seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/4/2022).
Wahyu Irani, salah satu penghuni panti mengatakan tidak terbatas tadarusan di masjid saja, namun dirinya juga mengaji di kamar bersama teman-teman.
"Pinginnya bisa
one day one juz. Tapi kadang nggak bisa sampai gitu," kata Wahyu.
Baca juga: Permintaan Meningkat, Kemenag Terbitkan Lagi Fikih BrailleMembaca Al-Quran braille memang tak semudah membaca pada umumnya. Para pengajar pun telaten untuk mengajari. Kepekaan terhadap daya raba ayat Al-Quran braille menjadi tahapan awal yang harus dilakukan oleh penyandang tunanetra.
(est)