LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan, tindakan kezaliman yang dilakukan tentara Israel di Masjid Al-Aqsa melanggar hukum internasional.
“Seperti yang dilakukan pada penghujung Ramadhan tahun yang lalu, aparat zionis Israel telah menistakan dan menghinakan tempat ibadah Masjidil Aqsha yang harusnya dilindungi, merusak suasana keagamaan, melakukan tindakan kekerasan kepada umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah dan sekaligus merusak, menginjak-injak dan menghancurkan kemanusiaan,” kata Abdul Hakim, Sabtu (16/4/2022).
Baca juga: Cerita Umat Kristen Palestina Berbagi Takjil untuk Buka PuasaSemua tindakan kejahatan eksponensial ini tidak bisa diterima oleh akal sehati dan nurani, bertentangan dengan ajaran ajaran agama apapun, dan melanggar hukum termasuk hukum internasional.
Pada Jumat Subuh (15/4/2022), tentara zionis Israel menyerang jamaah Masjid Al-Aqsa. Serangan tersebut bertetapan dengan seruan Shubuh Akbar yang digelar di Masjid Al-Aqsa sejak September 2021 lalu. Ribuan umat dari pelosok Palestina datang memakmurkan masjid.
Sesaat setelah shalat subuh, mereka berkumpul di pelataran Masjid Al-Aqsa dan meneriakkan slogan-slogan kesetiaan untuk menjaga Masjid Al-Aqsa. Selain itu, umat Islam juga berikrar untuk berjuang memerdekakan Masjid Al-Aqsa dari penjajahan Israel.
Tentara Israel yang telah berada di lokasi langsung menyerang jamaah dengan gas air mata, bom suara, dan peluru baja lapis karet. Banyak jamaah tertahan di dalam masjid terhalang untuk menyelamatkan diri. Di antara mereka, ada yang ditangkap di dalam masjid.
Saat melancarkan serangan, tentara memanjat dinding masjid, memecahkan kaca jendela, lalu menembakkan gas air mata dan bom suara. Hal tersebut sontak memicu perlawanan dari pemuda Palestina yang di di lokasi.
Baca juga: Shalat Jumat Pertama Ramadhan, Umat Muslim Padati Masjid Al-AqsaDi sisi lain, serangan tersebut disinyalir sebagai upaya untuk melancarkan rencana zionis Yahudi merayakan Paskah di Masjid Al-Aqsa. Umat Yahudi telah menggelar simulasi penyembelihan hewan kurban untuk perayaan paskah. Rencananya, Paskah Yahudi diadakan pada 15-20 Ramadhan.
Sejumlah pengamat mengatakan, seperti dikutip
Palinfo, rencana tersebut akan memicu konfrontasi di Masjid Al-Aqsa. Tokoh Palestina maupin kelompok Hamas telah menyeru segenap pemuda Palestina untuk menjaga Al-Aqsa. Mereka tak ingin Al-Aqsa dinodai dengan perayaan Paskah Yahudi.
(jqf)