LANGIT7.ID - , Jakarta - Dahulu
makeup identik dengan perempuan, namun seiring perkembangannya riasan wajah juga kerap digunakan para pria. Khususnya mereka yang menyukai perawatan diri.
Melihat hal ini, bagaimana pandangannya dalam Islam? Bolehkah laki-laki menggunakan
makeup? Ustadz Abdurrahman Al-Habsy mengatakan laki-laki boleh menggunakan
makeup, asalkan sewajarnya saja. Jangan sampai menyerupai perempuan.
Baca juga: 3 Langkah Cerdas Make Up Anti Ribet di Waktu yang Mepet"Jadi tidak apa-apa, tapi kalau dibedakin sampai menyerupai perempuan itu baru tidak boleh," ujar Ustadz Rahman kepada Langit7, Senin (18/4/2022).
Dalam hadits Nabi dikatakan bahwa, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.” (HR.Thabrani).
Artinya, ucap Ustadz Rahman, laki-laki boleh tampil indah tapi dengan standar laki-laki. Yang tidak boleh dalam Islam itu adalah laki-laki yang menyerupai perempuan.
Menurut dia, zaman sekarang itu ada pria yang heteroseksual yang menyukai perawatan diri. Seperti menggunakan sabun pencuci muka dan alat-alat lainnya yang digunakan untuk memperbagus dirinya.
Nah, lanjut dia, selama itu penggunaannya memang untuk laki-laki, tidak menjadi persoalan. Sekali lagi, yang tidak boleh itu adalah menyerupai perempuan.
"Jika hanya menggunakan bedak biasa itu tidak masalah, misal dia ada syuting di sebuah acara dan mengharuskannya untuk menggunakan bedak agar tidak berkeringat, nah niat menggunakan bedaknya kan jelas," katanya.
"Jadi tidak apa-apa, tapi kalau di bedakin sampai menyerupai perempuan itu baru tidak boleh," tutur Ustadz Rahman.
Kemudian, Ustadz Rahman melanjutkan kaum pria juga boleh-boleh saja bila menggunakan pelembab bibir. Hal ini biasa ditemui ketika jemaah haji menunaikan ibadah di Kota Suci, Mekah.
Baca juga: Bubah Alfian: Make Up Warna Terang Bakal Jadi Tren Tahun 2022Sebab, di Arab Saudi memiliki musim yang berbeda dengan Indonesia. Di mana musimnya bisa sangat dingin dan sangat panas yang bisa membuat bibir, tangan, atau kaki pecah-pecah. Karena itu dibutuhkan pelembap untuk mengatasinya.
"Intinya yang tidak boleh itu sampai menjurus menyerupai perempuan," pungkas Ustadz Rahman.
(est)