Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Puasa di Korea Selatan: Tidak Ada Azan, Sahur Sendiri

Muhajirin Kamis, 21 April 2022 - 18:00 WIB
Puasa di Korea Selatan: Tidak Ada Azan, Sahur Sendiri
Masjid Itaewon, masjid terbesar di Korea Selatan, selalu ramai saat Ramadhan (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Menjalankan ibadah puasa di Korea Selatan benar-benar menguji iman. Hidup sebagai minoritas bukan perkara mudah, apalagi sambil menahan lapar dan dahaga. Hal ini seperti yang dialami Nabila Triana, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis Ekonomika Universitas Islam Indonesia (UII).

Nabila saat ini menjadi peserta Program Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) ke Korean University. Tantangan paling nyata di negeri ginseng adalah jadwal shalat, imsak, dan berbuka puasa.

Waktu-waktu krusial itu mesti mengacu pada aplikasi seperti muslim pro. Itu karena tidak ada masjid yang mengumandangkan adzan seperti di Indonesia. Sahur pun harus dilakukan sendiri.

Baca juga: Rentang Waktu Puasa di Dunia: Chili 11 Jam, Islandia 18 Jam

Nabila sekamar dengan mahasiswi lokal. Itu membuat dia harus menjelaskan perkara alarm yang berbunyi tiap 03.30 dini hari, sebagai penanda sahur. Namun, dia bersyukur lantaran mahasiswi lokal itu tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Nabila juga harus berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. “Kadang panas banget yang bikin sangat haus, dan ketika sangat dingin jadi semakin lapar,” Katanya, dikutip laman resmi UII, Kamis (21/4/2022)

Silaturahmi Komunitas Muslim

Nabila tak selalu sendiri. Di Korea Selatan, ada komunitas mahasiswa muslim tempat umat Islam setempat saling bersilaturahmi. Saat berbuka puasa, masing-masing anggota komunitas saling berbagi takjil untuk melepas dahaga dan lapar.

Kadang pula komunitas tersebut mengadakan buka puasa bersama di Korean University tiap akhir pekan. Ada pula acara serupa di Masjid Sentral Itaewon. Umat Islam juga bisa shalat tarawih di sana.

Nabila tinggal cukup jauh dari masjid tersebut. Sekitar satu jam perjalanan. Tapi tak masalah, suasana Ramadhan di negeri minoritas muslim harus diciptakan, tidak seperti di Indonesia yang bisa terasa di setiap sudut kota.

Tarawih Baca Surah Al-Baqarah dan Ali Imran

Masjid Sentral Itaewon juga menggelar shalat tarawih setiap malam, mirip-mirip di Indonesia. Jumlah rakaatnya 8 untuk tarawih dan 3 untuk witir. Surah yang dibaca adalah Al-Baqarah dan Ali Imran, bisa sampai empat juz. Jumlah yang cukup lama untuk ukuran tarawih mayoritas di Indonesia.

“Tatacara shalatnya sama banget,” kata Nabila. Bedanya, shalat tarawih di sana langsung digelar usai shalat Isya. Tidak ada kultum seperti di Indonesia.

Baca juga: Jumlah Kelas Menengah Meningkat, Indonesia Berpotensi Kuasai Pasar Halal Global

Penentuan Awal Ramadhan Berbeda

Korea Selatan juga berbeda dalam menentukan awal Ramadhan 1443 H. Sebagian besar mahasiswa IISMA mulai berpuasa pada 2 April 2022 lalu. Namun, Korean Moslem Federation menetapkan awal puasa 3 April.

Suasana ini mirip di Indonesia. Hanya saja di sana minoritas, di sini mayoritas muslim. Kalangan mahasiswa juga demikian. Sebagian mahasiswa berpuasa pada 2 April, termasuk Nabil. Ada pula yang mulai puasa pada 3 April mengikuti Korea Muslim Federation.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)