LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 faktor penyebab
praktik korupsi di Indonesia. Kasus tersebut terjadi beberapa kali di Indonesia, terakhir ditangkapnya Bupati Bogor Ade Yasin.
Ahli Hukum dan Tata Negara
Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Zainal Arifin Mochtar mengatakan, setidaknya ada 4 faktor penyebabnya. Di antaranya faktor individu, organisasi, masyarakat dan sistem.
"Pertama, faktor individu. Kita sering mencari keuntungan pribadi, lalu cuek dengan kondisi sosial, yang penting urusan kita selesai," ujar Zainal Arifin, dikutip dari Youtube Masjid Kampus UGM, Senin (2/5/2022).
Menurut dia, pemikiran tersebut kemudian memunculkan praktik suap, agar memudahkan urusan. Padahal Islam jelas melarang suap, Arrasyi wal murtasyi finnar, penyuap dan yang disuap keduanya di neraka.
Baca Juga: Deretan Tersangka Kasus Korupsi Saat Ramadhan, Terbaru Ade YasinKedua, faktor organisasi. Menurut Zainal, Survey yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI) menyebutkan, semakin terafiliasi orang terhadap suatu organisasi, maka semakin permisif.
Seseorang cenderung melakukan pembiaran dan pemaafan pada orang-orang di lingkungan organisasinya yang melakukan korupsi.
"Saat ini kita kekurangan teladan yang tidak permisif terhadap perilaku korupsi. Seseorang kadang-kadang ketika berbicara anti korupsi berteriak nyaring, tetapi begitu keluar dari ruangan ketika ditilang dia nyogok juga," katanya.
Ketiga, faktor masyarakat. Masyarakat pun banyak melakukan tindakan permisif. Masyarakat cenderung melakukan pembiaran terhadap tindakan korupsi bila itu mendatangkan manfaat baginya.
"Dalam banyak survey disebutkan banyak masyarakat yang senang disogok dalam pemilu," ujarnya.
Keempat, faktor sistem. Banyak sistem di Indonesia yang memudahkan praktek korupsi. Banyak sistem yang membuat seseorang berkonflik kepentingan sehingga kepentingannya hanya bisa dikerjakan sendiri.
(bal)