Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home global news detail berita

Guru Besar ITS: Narasi Islam Budaya Arab Cara Lemahkan Umat Islam

Muhajirin Senin, 09 Mei 2022 - 11:56 WIB
Guru Besar ITS: Narasi Islam Budaya Arab Cara Lemahkan Umat Islam
Prof Daniel M Rosyid (foto: Suara Muslim)
LANGIT7.ID, Surabaya - Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Dr Daniel Mohammad Rasyid, menilai salah satu cara melemahkan umat Islam adalah menarasikan secara publik bahwa Islam itu kreasi budaya Arab.

Narasi yang menyerang ajaran Islam sudah menjadi fenomena gunung es di Indonesia. Baru-baru ini seorang rektor sebuah Institusi Teknologi di Kalimantan menyebut jilbab merupakan budaya Arab. Itu dinarasikan dalam sebuah status di media sosial.

"Tulisan itu sulit untuk tidak dipersepsi sebagai bernada kebencian pada ekspresi Islam dan suku bangsa Arab," kata Prof Daniel melalui keterangan tertulis, Senin (9/5/2022).

Prof Daniel mengatakan, cuitan bernada merendahkan Islam dan Arab meningkat beberapa tahun terakhir. Cuitan seperti itu sebuah fenomena gunung es yang marak sejak narasi Islamofobia menjadi wacana publik.

Baca Juga: Kecam Tindakan Rektor ITK, DPR Desak Sidang Etik Digelar Terbuka

Menurut dia, permusuhan terhadap agama, terutama Islam, telah diam-diam menjadi prinsip dasar kebijakan pembangunan. Semua program pembangunan hingga hari ini adalah proyek sekularisasi, sekaligus de-islamisasi besar-besaran.

Dalam hal ini, Prof Daniel menyebut bahwa Badan Pengarah Ideologi Pancasila (BPIP) turut andil. BPIP hanya memberi sentuhan akhir saat UUD 45 diamandemen, lalu Pancasila dikubur di bawah kaki kaum sekuler kiri dan nasionalis radikal sebagai useful idiots yang kini diam-diam berkuasa.

"Sampai di sini perlu dicermati, bahwa BPIP berpotensi menjadi instrumen bagi kekuatan-kekuatan nekolimik asing yang terus melancarkan neo-cortex war tak pernah berhenti memecah belah bangsa ini dalam rangka melemahkan ummat Islam, lalu dengan bebas menjarah kekayaan bangsa ini," kata Prof Daniel.

Dia mengatakan, salah satu cara melemahkan umat Islam adalah menarasikan secara publik bahwa Islam itu kreasi budaya Arab. Itu dilakukan dengan membangkitkan sentimen nasionalisme, sekaligus sukuisme.

Sentimen rasial ini pula yang dipompakan oleh Inggris untuk mendorong perlawanan jazirah Arab terhadap Turki Utsmani di Istanbul. Padahal, Turki Utsmani dan kehalifahan non-Arab lainnya adalah bukti terang Islam tidak berarti Arab.

Sentimen nasionalisme dan sukuisme ini merupakan sentimen yang mudah sekali dibangkitkan. Orang sering lupa bahwa asal usul primordial kita bukan prestasi kita, sekaligus bukan kutukan atas kita.

"Asal usul kita itu pemberian Tuhan yang tidak bisa ditolak sekaligus bukan sesuatu yang boleh dibanggaagungkan secara berlebihan hingga menjadi neonazi ala Jerman di bawah Hitler," tutur Prof Daniel.

Atas dasar ini pula cuitan sang rektor yang menyebut jilbab budaya Arab adalah pernyataan yang sesat dan menyesatkan bangsa. Padahal tugas seorang profesor apalagi Rektor adalah mengantar para mahasiswa atau pelajar meraih mimpi mereka.

"Tugas setiap guru adalah opening the minds murid-muridnya, memberi ruang kreativitas bagi semua mimpi yang mungkin diraihnya; menjadikan semua yang impossible menjadi sesuatu yang possible," kata Prof Daniel.

Kunci kreativitas, menurut Richard Florida, kata Prof Daniel, ada tiga T yakni kolam Talenta, Teknologi, dan Toleransi atas keragaman, termasuk keragaman ekspresi budaya dan agama yang masih dijamin oleh konstitusi.

"Komunitas terdidik harus bekerja keras untuk memastikan bahwa ekspresi kreatif itu tidak layu sebelum berkembang karena direndahkan dan ditakut-takuti," kata Prof Daniel.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan