LANGIT7.ID - , Jakarta -
Food craving merupakan keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu yang tidak ada hubungannya dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Di Indonesia
food craving lebih dikenal dengan sebutan "doyan makan”. Seseorang dengan
food craving awalnya memiliki pola makan tidak sehat yang membuatnya selalu ingin makan.
Melansir dari Healthline, Rabu (11/5/2022),
food craving dapat disebabkan oleh dua faktor, yakni fisik dan mental.
Baca juga: Menangis Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Benarkah?Penyebab fisik
Ketidakseimbangan leptin dan ghrelin. Ketidakseimbangan hormon rasa lapar dan kenyang ini dapat menyebabkan orang-orang tertentu mengalami lebih banyak keinginan untuk makan daripada yang lain.
Kehamilan juga bisa jadi pemicu
food craving. Perubahan hormonal pada kehamilan dapat mempengaruhi reseptor penciuman dan rasa. Pada akhirnya akan menyebabkan Anda mengalami keinginan yang lebih intensif.
Di samping kehamilan, faktor fisik yang menjadi penyebab food craving adalah sindrom pramenstruasi (PMS). Perubahan hormon estrogen dan progesteron yang terjadi tepat sebelum menstruasi dapat meningkatkan keinginan makan, terutama makanan yang kaya karbohidrat.
Selanjutnya adalah faktor kurang tidur yang bisa mengganggu kadar hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur rasa lapar, kenyang, dan siklus tidur-bangun. Sehingga menimbulkan keinginan untuk makan, terutama di malam hari.
Food craving juga bisa disebabkan oleh pola makan yang kurang gizi. Nutrisi seperti protein dan serat dapat membantu Anda merasa kenyang. Diet yang rendah nutrisi ini dapat menyebabkan rasa lapar atau mengidam, meski Anda telah makan cukup kalori.
Baca juga: Rezeki Sudah Dijamin, Kenapa Masih Ada Orang Mati Kelaparan?Penyebab lain dari keinginan makan yang kuat ini adalah hidrasi yang buruk. Tidak tercukupinya cairan tubuh akibat terlalu sedikit minum, bisa meningkatkan rasa lapar bagi sebagian orang.
Namun, bukan itu saja penyebabnya. Bakteri dalam usus juga bisa jadi biang kerok dari keinginan makan terus menerus ini. Ada beberapa bukti bahwa jenis bakteri yang ada di usus dapat memengaruhi frekuensi dan jenis hasrat yang mungkin dimiliki. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi tautan ini.
Berikutnya adalah minimnya aktivitas fisik yang bisa jadi penyebab keinginan untuk makan atau
food craving ini. Apalagi bila dilanjutkan denngan makanan olahan yang kaya lemak dan gula tambahan.
Setelah sejumlah faktor fisik yang menyebabkan
food craving, mental jadi pemicu berikut.
1. Stres
Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol Anda. Tingkat kortisol yang tinggi mungkin terkait dengan rasa lapar, kelaparan, dan kemungkinan perilaku stres atau makan berlebihan yang lebih tinggi.
2. Kepribadian
Beberapa bukti menunjukkan bahwa orang yang lebih impulsif atau memiliki skor yang lebih tinggi pada ukuran kepribadian adiktif mungkin juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami
food craving.Baca juga: Agar Janin Tumbuh Optimal, Berapa Berat Badan Ideal saat Kehamilan?3. Konteks
Otak Anda dapat mengasosiasikan makan makanan tertentu dengan konteks tertentu. Misalnya, popcorn dan film. Ini dapat menyebabkan Anda mendambakan makanan tertentu pada saat konteks yang sama muncul lagi.
4. Perasaan
Suasana hati tertentu dapat memicu keinginan untuk makan makanan tertentu. Misalnya, suasana hati yang negatif tampaknya sering memicu keinginan untuk makan makanan yang menenangkan.
(est)