LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tips mencegah
hepatitis misterius saat anak mulai belajar kembali ke sekolah. Orangtua harus membiasakan pola hidup sehat dan higienis secara tepat.
Kepala Dinas Kesehatan Bogor, Mike Kaltarina mengatakan, anak mesti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, sama halnya saat penerapan protokol kesehatan.
"Kemudian mengonsumsi makanan dan minuman yang matang sempurna," kata Mike dalam keterangannya, Rabu (18/5/2022).
Kemudian, menggunakan peralatan pribadi, mengenakan masker, menjaga jarak dengan teman yang sedang sakit, serta rutin membersihkan benda yang disentuh.
Baca Juga: Epidemolog: Hepatitis Misterius Tak Berkaitan dengan Vaksin CovidMeski begitu, Mike memastikan bahwa hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor belum menerima laporan mengenai adanya masyarakat yang menderita hepatitis misterius yang disebabkan oleh infeksi adenovirus serotype.
Dia mengaku telah membentuk tim PE (penyelidikan epidemiologi) serta menyebarkan formulir investigasi ke seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Bogor untuk mendeteksi hepatitis akut kepada masyarakat yang bergejala hepatitis.
"Ada formulir investigasi, kita telusuri semua yang gejalanya mirip. Sehingga nanti diketahui jenis hepatitisnya," ujarnya.
Menurutnya, gejala hepatitis akut hampir mirip dengan Hepatitis A, B, C, D dan E, yakni, demam disertai diare, mual, muntah dan sakit perut.
Kemudian indikator lainnya yaitu jika angka SGPT atau Serum Glutamat Piruvat Transaminase dan SGOT atau Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase di atas 500.
"Itu yang harus diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang punya anak balita. Gejala yang perlu diwaspadai juga meliputi warna mata dan kulit dapat menguning, kejang serta kesadaran menurun," ujarnya.
(bal)