LANGIT7.ID, Jakarta - Penyakit lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) adalah perbuatan menyimpang. Founder Arsyada Yadaka Indonesia Ustaz Muhammad Faizar menjelaskan, segala bentuk penyimpangan, baik berpikir maupun perasaan terpusat pada hawa nafsu.
Sedangkan sumber hawa nafsu manusia terletak di area bawah, yakni perut dan genitalia. Praktisi rukiah syari’yah ini menguraikan, terdapat tiga unsur yang memembuat manusia jatuh dalam lubang kehinaan, yakni hasrat kerakusan, ekonomi yang terletak di lambung, dan hasrat seksual yang terletak di genitalia.
“Sehingga akal dan pikiran manusia tertutupi karena hawa nafsu mencari makanan untuk memuaskan lambungnya. Kedua hasrat seksual yang terletak di bawah pusar yang menjadikan manusia berorientasi kepada nafsu seksual yang menyimpang dari aturan Allah,” katanya dalam siaran Youtube Muhammad Faizar Official dilihat Jumat (20/5/2022).
Baca Juga: MUI: Promosi LBGT di Semua Media Harus DilarangLebih lanjut, Ustaz Faizar menjelaskan, terdapat lima faktor yang dapat membuat orientasi manusia menyimpang. Ia menegaskan, pada fitrahnya, manusia sejak dilahirkan tak memiliki penyimpangan seksual.
Faktor pertama adalah lingkungan yang homogen secara jenis kelamin. Manusia, kata Ustadz Faizar, memiliki naluri mencari pasangan meskipun tinggal dalam lingkungan sesama jenis, tapi ketika tidak menemukan pelampiasan yang tepat akhirnya muncul hasrat kepada sesama jenis
Faktor kedua adalah korban tindak penyimpangan seksual. “Beberapa kali kami menangani kasus penyuka sesama jenis ternyata di awal mula dia mulai menyukai sesama bermula ketika dia pernah menjadi korban pelecehan seksual,” kata penulis Mukjizat Penyembuhan Ayat Al-Qur'an ini.
Faktor berikutnya adalah pola asuh anak yang salah oleh orang tua. Ustaz Faizar mengatakan, peran pengasuhan sangat penting dalam menentukan karakter dan kepribadian anak di masa depan.
Baca Juga: Tadabur Al-Quran: Kerasnya Hukuman bagi Pelaku dan Pendukung LGBT“Keempat karena kekecewaan, mungkin pernah punya pacar lalu dikecewakan. Ini juga pernah terjadi dalam kasus yang kami tangani. Dia patah hati dan sangat kecewa sehingga di puncak kesedihannya ia bertemu dengan sesama jenis yang memiliki nasib yang sama akhirnya menjalin hubungan sesama jenis,” tuturnya.
Faktor penyebab penyimpangan seksual berikutnya adalah karena hubungan orang tua yang buruk. Pelaku penyimpangan seksual mengalami trauma yang pahit atas retaknya rumah tangga orang tua.
“Ayahnya yang selalu KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) atau ibu yang meninggalkannya di waktu kecil sehingga ketika dewasa trauma dan tak ingin memiliki nasib yang sama seperti orang tuanya dahulu,” katanya.
Ustaz Faizar menambahkan, di samping faktor sosial dan psikologis, penyimpangan seksual juga muncul akibat lain yang belum diketahui secara pasti karena bersifat gaib, seperti sihir.
“Bisa jadi ada peran peran setan yang menjadikan manusia mengalami penyimpangan berpikir dan hasrat dalam berbagai lini, bukan hanya maslah seksual saja,” jelas Ustaz Faizar.
Baca Juga: Wakil Ketua MPR Pertanyakan Kekosongan Hukum Penyimpangan LGBT(zhd)