LANGIT7.ID, Jakarta - Biaya ibadah haji tahun 2022 mengalami kenaikan yang cukup drastis. Terdapat sejumlah faktor yang membuat
biaya haji tahun ini membengkak menjadi sekitar Rp100 juta per jamaah.
Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (
Amphuri), Firman M Nur mengaku cukup terkejut dengan hasil rapat pemerintah bersama DPR terkait haji 2022. Dalam RDP itu, pemerintah mengusulkan tambahan anggaran untuk operasional haji senilai Rp1,5 triliun. "Kemarin ada Raker antara Menteri Agama bersama Komisi VIII tentang timbulnya kenaikan biaya yang tidak terduga yang angkanya Rp1,5 triliun," kata Firman, Selasa (31/5/2022) dalam diskusi daring.
Baca Juga: Amphuri Imbau Calon Jamaah Haji Tak Gelar Walimatus Safar Jelang KeberangkatanFirman berharap, pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (
BPKH) dapat mencari solusi untuk mengatasi masalah pembiayaan perjalanan haji. Menurut Firman, kenaikan biaya haji juga turut didorong oleh masalah ekonomi di Arab Saudi. "Saat ini di Saudi selama dua tahun kita tidak bisa haji telah terjadi banyak perubahan," ucapnya.
Firman saat ini sedang berada di Arab Saudi untuk memantau persiapan haji. Dia menjelaskan ada kenaikan pajak yang cukup signifikan hingga hampir 20 persen. Faktor lain adalah inflasi yang mengerek harga-harga barang.
"Kenaikan pajak yang sangat signifikan dari 5 persen menuju 15 persen kemudian ditambah pajak domestik, jadi hampir pajaknya itu 20 persen. Kedua inflasi di Saudi sangat tinggi, harga barang naik sangat tinggi sehingga standard pelayanan di Arafah dan Mina kenaikannya sangat besar," lanjut Firman.
Baca Juga: Jelang Musim Haji 1443 H, Garuda Indonesia Optimalkan Kesiapan PenerbanganSaat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama
Komisi VIII DPR RI, Menterin Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran untuk operasional haji senilai Rp1,5 triliun. Yaqut menyebut penambahan anggaran itu diajukan karena tambahan kebutuhan biaya haji 2022.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR,
Ace Hasan Syadzili menuturkan pembengkakan anggaran haji bergantung pada kebijakan Arab Saudi. Salah satu alasannya akibat pandemi Covid-19. Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga berencana mengganti tenda dan AC baru di Arafah dan Mina.
"Awalnya kita anggarkan itu sebesar 1.500 real, naik menjadi 5.500 real, jadi kenaikannya cukup tajam. Sehingga komposisi dari biaya ibadah haji tahun ini yang tadinya diperkirakan Rp82 juta per orang mencapai Rp100 juta per orang," ujar Ace.
Baca Juga:
Biaya Haji Bengkak, DPR: Kebijakan Anggaran Tergantung Arab Saudi
Jelang Musim Haji, Warga Asing Tanpa Izin Dilarang Masuk Mekkah(asf)