LANGIT7.ID - , Jakarta - Mekkah merupakan salah satu kota suci bagi umat Islam di dunia, kota di mana
Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Banyak orang yang datang mengunjungi kota ini, baik untuk melancong atau dalam rangka beribadah.
Merujuk dari Arab News, foto pertama kota suci
Mekkah, Madinah, dan haji diambil pertama kali oleh seorang insinyur bernama Muhammad Sadiq Bey pada tahun 1861.
Baca juga: Niat Berhaji, Jadikan Mekkah dan Madinah Kampung HalamanTentara kelahiran Mesir ini telah melakukan perjalanan beberapa kali ke wilayah Hijaz di
Arab Saudi bagian sebagai bendahara karavan peziarah.
Sadiq Bey pertama kali mengunjungi Mekkah pada 1861 dengan membawa perangkat kamera kolodion pelat basah, sebuah teknik yang ditemukan pada tahun 1850-an, yang menggunakan negatif pelat kaca.
Kemudian pada tahun 1881, Sadiq Bey menulis empat buku tentang kunjungannya ke
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, kembali ke Hijaz dan menjadi orang pertama yang memotret kota suci Mekah, Madinah dan haji dari berbagai sudut, serta mengabadikan
Kakbah, tempat suci umat Islam.
Gambar-gambar itu dipamerkan di pameran baru di Louvre Abu Dhabi. Foto-foto 1842–1896: An Early Album of the World, yang berlangsung hingga 13 Juli, merupakan eksplorasi perkembangan fotografi di tahun-tahun pertama keberadaannya.
Karya Sadiq Bey tentang Mekkah memberikan gambaran langka seperti apa kehidupan di kota suci itu lebih dari seabad yang lalu. Menurut kurator pameran, Christine Barthe, kara Sadiq Bey sangat menggairahkan.
Baca juga: Sejarah Syariat Ibadah Haji Sejak Nabi Ibrahim hingga Muhammad"Sementara pameran berfokus pada 44 negara yang berbeda, dua dari foto-foto penting bagi kami adalah foto-foto yang diambil di Mekah pada tahun 1881. Ini adalah elemen penting baik karena situsnya, faktanya difoto begitu awal dan juga karena foto itu diambil oleh fotografer Arab, jadi ini benar-benar merupakan karya simbolis dari pameran, ” lanjut Barthe, pimpinan pameran itu.
“Kami sekarang sangat akrab dengan gambar Mekkah, tetapi dulu tidak pernah ditangkap di film. Ini adalah momen sejarah," lanjut dia.
(est)