LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam harus punya niat untuk bisa melaksanakan
ibadah haji. Salah satu caranya yakni menjadikan Mekkah dan Madinah sebagai kampung halaman kaum muslimin.
Penceramah,
Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi mengatakan, seseorang harus membulatkan niatnya untuk bisa berangkat haji. Apalagi Ka'bah merupakan rumah bagi kaum muslimin.
"Baitullah bukan punya siapa-siapa, yang punya Allah. Jadi sebetulnya kita pulang kampung ke sana," ujar dia kepada Langit7, Selasa (7/6/2022).
Ketua Majelis Taklim dan Dzikir Baitul Muhibbin ini juga mengatakan, selain dikenal sebagai Baitullah, Ka'bah juga disebut Baitul Atiq (rumah kemerdekaan). Artinya, rumah yang di mana umat Islam bebas untuk masuk ke sana.
Baca Juga: Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci InsyaAllah Husnul Khatimah"Ketika kita datang ke sana itu dibilang tamunya Allah. Saudi Arabia saja mengklaim hanya memberikan pelayanan di Tanah Suci, karena itu milik Allah, mereka hanya melayani umat," katanya.
Untuk itu, lanjut dia, berangkat haji perlu dilakukan dengan tekad niat yang kuat. Terlebih, berangkat haji juga harus dilandaskan dengan kesengajaan yang artinya butuh persiapan panjang.
"Jadi memang harus disengaja (berangkat haji). Berhaji butuh persiapan serius, niat kuat, dan ketakwaan yang kuat. Ini perjalanan menuju Allah. Seperti sholat itu juga harus dalam kondisi sengaja dan diniatkan," jelasnya.
(bal)