LANGIT7.ID, Jakarta - Revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan
internet of things, artificial intelligence, big data, juga dipacu dengan terpaan pandemi Covid-19, memaksa setiap orang untuk lebih memanfaatkan dan mengoptimalkan teknologi pada berbagai sektor kehidupan. Termasuk sektor pendidikan madrasah.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, saat mengikuti webinar Kementerian Kominfo dan Kementerian Agama bertema “Makin Cakap Digital”.
“Saya berterima kasih atas atas kerja sama dan sinergisitas kita bersama agar kemudian kita semua semakin cerdas dan mahir dalam manfaatkan perangkat digital,” ujar Muhammad Ali.
Muhammad Ali menilai pembelajaran online dengan menggunakan berbagai
platform berbasis internet sudah banyak digunakan di berbagai madrasah. Di sisi lain, pelajar juga perlu memperkuat literasi digital yang bermuara pada penciptaan budaya digital atau digital culture yang sehat dan baik pada masyarakat pendidikan.
“Model interaksi antar insan dalam kehidupan bermasyarakat juga ditopang dengan eksistensi media komunikasi yang berbasis teknologi,” tandasnya.
Menurut Dirjen Ali Ramdhani, membangun budaya digital tidak hanya tertuju pada persoalan kemampuan untuk memiliki peralatan yang canggih dan modern. Tetapi juga perlu memberikan perhatian lebih pada kesadaran dari setiap insan dan penggerak pendidikan.
“Setiap insan dan penggerak pendidikan juga perlu menggunakan dan menguasai peralatan teknologi informasi dengan baik dan bijak. Tentu saja, dalam implementasinya harus memuat narasi dan konten positif,” imbuhnya.
Webinar Madrasah Makin Cakap Digital turut dihadiri Koordinator Literasi Digital; Rizky Amelia, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama; Muhammad Zain, konten kreator keislaman; Habib Husein Jafar, praktisi pendidikan; Najeela Shihab, serta pengajar dan pelajar madrasah di seluruh Indonesia.
(zul)