LANGIT7.ID - , Jakarta - Pakaian dapat dikatakan sebagai penanda keberadaan satu golongan atau kelompok. Maka itu, agar memudahkan dalam mengenali
jemaah haji Indonesia saat di Tanah Suci Mekkah, pemerintah mengeluarkan baju batik nasional untuk dikenakan.
Seragam batik berwarna dasar hijau dengan motif batik warna ungu ini pertama kali dikenakan jemaah haji pada saat musim haji 1432H atau 2011 silam.
Adalah
Menteri Agama Suryadharma Ali, pejabat saat itu, yang memberi ide seragam batik untuk jemaah haji Indonesia. Menurut Suryadharma, seragam motif batik ini dipilih untuk menonjolkan ciri khas Indonesia sehingga lebih memudahkan dalam mengenali jamaah saat di Tanah Suci.
Baca juga: Buat Para Calhaj, Begini Urutan Manasik Haji Beserta DoanyaSebelumnya seragam
jemaah calon haji Indonesia berwarna biru telur asin polos. Dalam menetapkan motif batik pun pemerintah menggelar lomba desain batik untuk seragam jemaah haji.
Pemilihan melalui lomba ini dilakukan untuk mencari motif batik terbaik dan menghindari dominasi bati salah satu daerah. Karena Indonesia memiliki banyak sekali motif batik. Dalam perlombaan tersebut juga diadakan beauty contes untuk dinilai segi motif, desain, harga, dan kemampuan suplainya.
Lomba tersebut dimenangkan pengrajin batik asal
Solo, Widodo. Desain pemenang dipilih berdasarkan keunikan dan orisinalitasnya. Selain itu makna deain, motif dan ornamen dasar menjadi penentu penilaian.
Dalam desainnya, Widodo menggambarkan kesatuan budaya Indonesia. Motif batik Widodo diambil dari ornamen pulau-pulau besar di Indonesia, seperti Raflesia dari Pulau Sumatera, Perisai dari Pulau Kalimantan, Lereng atau Parang dari Pulau Jawa dan tanaman rambat dari Indonesia bagian Timur.
Warna yang dipilih untuk seragam jemaah haji Indonesia adalah perpaduan hijau dan ungu. Warna hijau adalah warna utama agama Islam yang dipakai di seluruh dunia. Sedangkan warna ungu melambangkan warna yang menyatukan pulau-pulau di Indonesia.
Seragam batik jemaah haji Indonesia tersedia dalam dua jenis bahan yaitu katun dan semi sutra. Dengan spesifikasi bahan warna terang, tidak tebal dan tidak transparan. Sehingga tetap nyaman dipakai untuk beribadah.
Baca juga: Bus Pertama Rombongan Haji Indonesia Tiba di Makkah
Dipuji Anak Raja Salman
Keselarasan antara motif dan warna seragam batik jemaah haji Indonesia pun sempat menarik perhatian putra
Raja Salman, Prince Faishol Bin Salman Bin Abdulaziz As Saud. Ia pun mengapresiasi jemaah haji Indonesia yang terlihat paling rapi dan sopan.
Suryadharma pertama kali mengenakan batik tersebut di acara taaruf dengan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Balai Pertemuan Jabal Nur, Mekkah pada 12 November 2011 silam.
Selain Suryadharma, seragam baru tersebut juga dipakai sejumlah petinggi PPIH seperti Kadaker Makkah, Kadaker Madinah, Kadaker Jeddah, dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur.
"Identitas kita ingin menonjol di tanah suci salah satunya adalah dengan batik seperti yang saya pakai," kata Suryadharma dalam sambutan taaruf, dikutip dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (14/6/2022).
Baca juga: Penyesuaian Biaya Haji, Ini Imbauan Asosiasi Bisnis Travel UmrahPengenaan seragam batik mulai dari keberangkatan hingga ditanggalkan saat jemaah mulai masuk ihram untuk menunaikan rukun dan wajib haji.
(est)