Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

BNPT Ungkap Strategi Pencegahan Radikalisme di Indonesia

hasanah syakim Kamis, 30 Juni 2022 - 09:38 WIB
BNPT Ungkap Strategi Pencegahan Radikalisme di Indonesia
Narasumber dalam Diskusi Panel dan Deklarasi Kebangsaan Mahasiswa Indonesia yang digelar Rabu (19/6/2022) (foto: hasanah syakim)
LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Brigjen Pol. R. A Nurwahid menyampaikan bahwa pihaknya mempunyai tiga klaster dalam pencegahan penyebaran radikalisme di Indonesia melalui tiga strategi.

Menurut Nurwahid, cara pertama yaitu klaster moderat atau mereka yang belum tetapi tetap berpotensi terpapar paham radikal melalui strategi kesiapsiagaan nasional dengan melakukan upaya moderasi beragama, berbangsa, serta vaksinasi ideologi sebagai imunitas terhadap virus radikal.

"Klaster ini sekitar 47,8 persen masih moderat dan baik tapi rata-rata dari mereka hanya diam. Ketika semisal di whatsapp grup ada pihak yang menyebarkan kebencian, atau menyebarkan hoax mayoritas moderat diam," katanya dalam kegiatan Diskusi Panel dan Deklarasi Kebangsaan Mahasiswa Indonesia, Rabu (19/6/2022).

Baca juga: Penanggulangan Terorisme di Indonesia Harus dilakukan Komprehensif

Menurutnya, hal tersebut harus diperhatikan jangan sampai secara tidak sadar orang moderat terpapar paham radikal yang disebarkan lewat dunia maya.

"Karena sesuatu yang salah bila dibiarkan seolah-olah menjadi sesuatu yang benar, ini yang sebenarnya harus diwaspadai," terangnya.

"Kabar baiknya, saat pandemi indeks orang tanpa gejala atau OTG dari radikalisme turun menjadi 12,2 persen karena kita sudah ada regulasi. Kendati belum lengkap sampai dapat menjerat aspek ideologinya tapi ini bagus meski belum optimal," ujarnya.

Lebih lanjut, klaster kedua yaitu para penceramah moderat, ustaz, tokoh agama dan orang-orang moderat yang biasanya ceramah dengan mengumpulkan beberapa orang akhirnya dapat bertambah banyak dengan kehadiran media sosial terutama saat pandemi.

"Kehadiran media sosial seperti YouTube, Instagram dan lainnya secara signifikan mengisi dan menambah konten-konten moderat sehingga mampu mengimbangi konten-konten yang intoleran dan radikal," katanya.

Menurut Nurmawan, berdasarkan hasil riset dari Setara Institute di tahun 2019 menyatakan bahwa sekitar 67,7 persen dunia maya didominasi oleh konten-konten intoleran dan radikal.

"Begitu adanya pandemi, banyak ulama moderat berceramah dengan membahas akhla, tasawuf di media seperti YouTube untuk mengimbangi konten radikal tadi. Kemudian, klaster Ketiga indeks radikalisme bisa turun karena negeri kita adalah sepotong surga yang dijaga oleh para wali Allah," ungkap Nurwahid.

Baca juga: Film Seeking The Imam: Keluarga Berperan Penting Dalam Menangkal Paham Radikalisme

Selain itu, strategi kedua yang dijalankan BNPT ialah dengan melakukan kontra radikalisasi yang berisi kontra narasi, propaganda, dan ideologi terutama di dunia maya. Pihaknya berharap orang-orang yang mengalami OTG tidak sampai menjadi teroris.

"Syukur-syukur bisa taubat tapi permasalahnnya apa bisa kita mentaubatkan orang lain, tidak ada seorang pun yang akan beriman dan bertaubat dengan sadar kecuali adanya hidayah dan izin Tuhan. Akan tetapi Tuhan murka dengan mereka yang tidak menggunakan akal, ilmu dan amal karena ilmu harus ilmiah harus rasional," katanya.

Dengan begitu, menurutnya kegiatan penyuluhan, diskusi atau workshop menjadi upaya ilmiah yang rasional dan penting dilakukan terutama kegiatan yang dilakukaan secara hibrid. "siapa tahu di antara orang OTG tadi dengan mendengar diskusi atau penyuluhan dapat dibukakan pintu hidayah," ujar Nurwahid.

Terakhir, strategi ketiga yaitu soft approach atau program deradikalisasi sebagai salah satu upaya mengembalikan mereka yang yang sudah terpapar radikalisme supaya menjadi moderat sehingga deradikalisasi ini diperuntukan bagi mereka yang sudah menjadi tersangka, terdakwa, terpidana ataupun mantan narapidana atas tindak pidana terorisme

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)