LANGIT7.ID - , Jakarta - Hari Raya
Idul Adha di Indonesia identik dengan gunungan
daging kurban, baik itu dari sapi, kambing, atau domba. Seringkali saat melihat daging yang melimpah membuat segan untuk mengolah menjadi makanan jadi. Sehingga menyimpan daging untuk diolah kemudian hari menjadi pilihan.
Namun, untuk peyimpanan daging kurban sebaiknya jangan dilakukan sembarangan, sebab bisa merusak kualitas dari daging itu sendiri nantinya.
Baznas membagikan sejumlah tips penting dalam menyimpan daging kurban dan mempertahankan kualitasnya.
Baca juga: Cara Mudah dan Efektif Hilangkan Bau Prengus Daging KambingHal pertama adalah jangan memegang daging kurban saat tangan kotor. Sebab, di tangan yang kotor membuka peluang kuman atau mikroba penyebab
penyakit berpindah tangan dan berkembang biak pada daging. Karena itu, sebaiknya pastikan Sahabat Langit7 telah mencuci tangan dengan bersih sebelum memegang daging segar.
Kemudian, hindari untuk meletakkan daging kurban di tempat kotor seperti tanah. Kondisi ini bisa membuat daging mudah terkontaminasi. Pastikan daging diletakkan di tempat atau alas yang bersih.
Tips selanjutnya adalah hindari batuk atau bersih ke arah daging. Sebaiknya gunakan
masker atau arahkan batuk ke sisi lain menjauhi daging.
Nah, saat Sahabat Langit7 ingin menunda mengolah daging kurban, pastikan daging yang diterima dalam kondisi bersih sebelum menyimpannya di lemari es. Namun, bila daging kurban dalam kondisi kotor, sebaiknya cuci sampai bersih dan langsung masak.
Perlu diingat, jangan menyimpan daging kurban utuh beberapa kilogram di dalam
freezer (lemari pembeku), hendaknya dipotong-potong ukuran kecil terlebih dahulu.
Masukkan potongan daging dalam plastik bening dan letakkan dalam kontainer plastik ukuran sedang, kemudian simpan di dalam kulkas. Sebelum disimpan, pastikan udara di dalam kantong plastik berkurang agar daging tidak dimasuki mikroba.
Baca juga: Tips Konsumsi Daging Merah Tanpa Takut Kolesterol NaikUntuk daging segar, sebaiknya tidak langsung disimpan di dalam
freezer melainkan disimpan dulu di dalam lemari pendingin (kulkas bagian bawah) selama 10-20 jam.
Kemudian, saat akan memasak namun daging masih dalam keadaan beku, sebaiknya cairkan daging melalui cara thawing yaitu dengan memindahkannya dari freezer ke dalam lemari es atau
chiller. Metode ini membutuhkan waktu 5-8 jam untuk mencairkan 0,5 kilogram.
Daging yang mencair sempurna bila sudah tidak ada bunga es. Setelah daging empuk, buka dan lepaskan dari plastik. Cuci hingga bersih, daging pun siap dimasak.
Baca juga: Cegah Penyebaran PMK, Begini Cara Olah Daging dari Pasar(est)