LANGIT7.ID - , Jakarta - Hari Raya Idul Adha semakin dekat. Namun, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan belum juga teratasi. Sehingga mau tidak mau, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan saat mengolah daging, terlebih yang beli langsung di pasar tanpa tahu kondisi kesehatan hewan tersebut.
Untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat, Kementerian Pertanian membagikan tips mengolah daging yang benar selama
wabah PMK ini.
Baca juga: Antisipasi Wabah PMK, Semarang Terbitkan Surat Edaran Pelaksaanan KurbanDaging jeroan, tulang, kepala yang berasal dari hewan tertular PMK berpotensi menularkan ke hewan rentan. Golongan hewan rentan PMK seperti sapi, kerbau, domba, dan kambing memerlukan perlakuan khusus untuk pengolahannya.
Sebagai tindakan pencegahan penyebaran PMK, berikut kiat mengolah daging dari pasar tradisional.
1. Daging tidak perlu dicuci
Umumnya orang akan mencuci daging setelah membeli di pasar. Padahal, cara paling benar memperlakukan daging adalah dengan tidak mencucinya sebelum diolah. Sebagai gantinya, daging direbus selama 30 menit di air mendidih.
Mencuci daging yang baru dibeli dari pasar justru malah membuat kuman atau virus mudah menyebar melalui air bekas cucian daging tersebut.
2. Dinginkan dan bekukan
Jika daging tidak akan langsung dimasak atau langsung disimpan di
freezer, maka daging bersama kemasannya disimpan terlebih dulu pada suhu dingin atau
chiller. Simpan daging dalam
chiller selama 24 jam.
Sedangkan untuk menggunakan daging beku dari freezer, disarankan untuk memindahkannya ke bagian chiller terlebih dulu. Jangan mencairkan daging beku di suhu ruangan, karena berakibat terkontaminasi banyak bakteri.
baca juga: Pemerintah Tekan Penularan PMK Dengan Vaksinasi
3. Pilih jeroan yang sudah direbus
Hindari memilih jeroan yang masih mentah. Namun, jika terpaksa membeli jeroan mentah sebaiknya rebus dulu dalam air mendidih selama 30 menit. Kemudian simpan di kulkas atau langsung diolah.
4. Bungkus daging jangan langsung dibuang
Pastikan Anda telah merendam bekas kemasan daging dengan deterjen atau pemutih pakaian atau cuka dapur. Langkah ini sebagai tindakan pencegahan pencemaran virus ke lingkungan.
Baca juga: Soal PMK, Emil Imbau Masyarakat Tenang Jelang Idul Adha(est)