Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home masjid detail berita

Sama-sama Dosa Besar, Ini Perbedaan Syirik dan Murtad

mahmuda attar hussein Selasa, 12 Juli 2022 - 14:35 WIB
Sama-sama Dosa Besar, Ini Perbedaan Syirik dan Murtad
Sama-sama Dosa Besar, Ini Perbedaan Syirik dan Murtad. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada beberapa dosa besar yang harus dijauhi umat Islam, di antaranya syirik dan murtad. Keduanya sama-sama dibenci oleh Allah SWT, namun ada perbedaan mendasar.

Syirik dapat diartikan sebagai perbuatan menyembah atau menyekutukan sesuatu selain Allah SWT. Sedangkan murtad adalah sikap meninggalkan suatu agama yang menyebabkan seseorang ingkar terhadap agama yang diyakini sebelumnya.

Pendakwah, Ustadz Khalid Basalamah menyebutkan ketauhidan seorang muslim memiliki kedudukan luar biasa. Hal ini bersinggungan dengan dosa syirik dan ancaman yang akan diberikan Allah SWT.

"Bahaya dosa syirik di sini sangat besar. Bahkan Allah SWT dalam hadits qudsi menyebutkan akan mengampuni seluruh dosa hamba-Nya sekalipun itu sepenuh bumi, asalkan tidak menyekutukan-Nya," kata dia dalam kutipan ceramahnya, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga: 4 Dosa Besar yang Disepelekan Umat Islam, Jangan Tunda Taubat

Adapun perilaku syirik ini seperti kebiasaan orang-orang pada masa jahiliyah. Di mana mereka menggunakan sebuah media, salah satunya seperti berhala sebagai perantara untuk menyampaikan doa.

"Kalau ditanya 'Siapa yang menciptakan langit dan bumi?' Mereka tahu jawabannya adalah Allah. Tapi mereka tetap menggunakan berhala sebagai perantara atau media dalam ibadah, padahal Allah tidak butuh perantara," ujar dia.

Menurutnya, perilaku itulah yang masuk dalam kategori kesyirikan. Bahkan, perilaku menggunakan media perantara itu juga masih dilakukan oleh umat Islam di zaman sekarang.

Sementara itu, lanjut dia, mereka salat mengatakan "iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in." Artinya, "Hanya kepadamu kami menyembah dan hanya kepadamulah kami minta tolong."

"Tapi habis salam (salat) mereka pergi ke kuburan, meminta-minta sama kuburan. Itu semua tidak ada dalam syariat Allah SWT. Termasuk menjadikan patung-patung sebagai perantara, jimat, ramalan zodiak, dan lainnya."

"Nabi Muhammad SAW menyimpan doanya di dunia untuk digunakan sebagai syafaat bagi kaum muslimin di hari kiamat kelak. Syafaatnya akan didapatkan, Insya Allah oleh umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan apapun atau syirik," tambahnya.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya menambahkan, syirik dan murtad memiliki perbedaan. Murtad adalah perbuatan dosa yang bisa mengeluarkan seseorang dari iman Islam.

"Setiap perilaku, baik itu perbuatan atau ucapan merendahkan kepada Islam, termasuk Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, dan Al-Quran itu bisa dikatakan murtad," jelasnya.

Dia mengingatkan agar umat juga tidak bermain-main dengan syiar agama Islam. Terlebih di beberapa kasus ada orang yang bahkan berani menginjak Al-Quran.

"Merendahkan syiar agama ini murtad. Pelakunya perlu bersyahadat kembali, maka jangan main-main dengan agama, na'udzubillah," katanya.

Untuk itu dia mengingatkan agar umat Islam tidak mati dalam keadaan murtad. Mereka yang meninggalkan perintah-Nya karena murtad juga perlu mengqada, seperti salat dan puasa.

"Tapi Islam itu indah, mereka yang murtad wajib diminta untuk tobat. Tidak akan diterima dia kecuali kembali dalam keadaan Islam," katanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)