LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu
sahabat Nabi SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq, memiliki keunggulan yang tidak dimiliki sahabat lainnya. Dia sering melakukan kebaikan sembunyi-sembunyi.
Kisah ini disampaikan
Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramah di kanal YouTubenya. Menurutnya, sebagai salah satu orang yang pertama kali memeluk Islam, Abu Bakar terkenal dengan kebijaksanaannya.
"Pernah suatu hari di masa kekhalifahannya Abu Bakar, Umar bin Khattab hendak bertemu dengannya, tapi justru Abu Bakar tidak ada di rumah," kisah Khalid.
Baca Juga: Kisah Awal Mula Abu Bakar Mendapat Gelar As-ShiddiqKejadian itu terjadi selepas shalat Dzuhur. Umar yang ingin bertemu Abu Bakar di rumahnya justru hanya mendapati istri Abu Bakar seorang diri di rumah.
"Di mana Amir Mukminin?" tanya Umar. Dijawab oleh istri Abu Bakar bahwa sang khalifah tidak pernah pulang di waktu siang, melainkan di rumah ketika selepas shalat Ashar.
"Padahal Umar yakin betul bahwa usai Dzuhur, Abu Bakar berjalan pulang ke rumahnya. Umar yang cerdas akhirnya memutuskan untuk membuntuti Abu Bakar keesokan harinya di waktu yang sama," tutur Khalid.
Di keesokan harinya, Umar mengikuti Abu Bakar sampai di pinggir kota Madinah. Di sana ada bangunan rumah tua yang Abu Bakar masuk ke dalamnya, lantas pergi usai menuntaskan hajatnya hingga waktu menjelang Ashar.
"Ketika Abu Bakar menjauh, Umar lekas memberi salam kepada penghuni rumah itu, dan dia kaget ketika dipersilakan masuk. Lantaran menemui penghuni rumah yang merupakan seorang nenek, janda, tua, dan buta," kisahnya lagi.
"Siapa yang barusan tadi?" tanya Umar kepada nenek tua itu. "Saya tidak tahu namanya," jawab sang nenek.
"Lalu apa yang dia lakukan?" timpal Umar lagi. Namun, jawaban nenek tua tersebut membuat Umar menangis.
"Orang itu sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup selalu datang ke sini setiap siang. Dia membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan memasak untuk kebutuhanku," terang nenek tua itu kepada Umar.
Umar yang mendengarnya pun menangis, seraya mengatakan, "Dengan perbuatan inilah Abu Bakar mengalahkan kami semua."
Menurutnya, sahabat Rasulullah dengan gelar ash-Shiddiq itu memiliki keyakinan lebih tinggi bahwa ada pahala dalam setiap perbuatan baik. Terlebih dia melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi.
"Dia tahu sebagai raja (khalifah), dia bertanggung jawab kepada allah kalau ada masyarakatnya yang membutuhkan bantuan," ungkapnya.
Gelar ash-Shiddiq sendiri memiliki arti 'yang berkata benar'. Gelar itu disematkan kepadanya setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mi'raj yang diceritakan Nabi kepada para pengikutnya, sehingga ia lebih dikenal dengan nama "Abu Bakar ash-Shiddiq".
(bal)