LANGIT7.ID, Jakarta - Kunci sukses penanganan pandemi Covid-19, yakni mengikuti panduan iman dan ilmu. Tanpa keduanya, wabah akan sulit dikendalikan dan semakin mengkhawatirkan.
Hal demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. Menurutnya, mengedepankan kebenarannya sendiri dibanding ilmu pengetahuan sangatlah tidak bijaksana dalam masa pandemi seperti saat ini.
"Siapa yang mengikuti Allah dan sabda Rasulnya dengan baik maka dia akan selamat," kata Anwar Abbas dalam webinar bertajuk Muharram dan Spirit Kebangkitan Umat dari Pandemi dilihat Senin (9/8/2021).
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu lalu menyitir Alquran surat Al Mujadilah ayat 11, yakni, Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Salah satu cara Allah meninggikan derajat hambanya dalam konteks ini, kata Buya Anwar, ialah menyelamatkan dari bahaya Covid-19.
"Kalau seandainya negeri kita tidak selamat dari Covid-19 pertanda rakyat di negeri ini tidak mengikuti iman dan tidak mematuhi ilmu," tuturnya.
Buya Anwar menjelaskan, yang dimaksud mengikuti iman ialah berikhtiar semaksimal mungkin dan bertawakkal. Mendekatkan diri kepada Sang Mahapencipta dengan menjaga ibdah wajib, mebguatkan amalan sunnah, dzikir dan doa.
"Supaya hati tenang, barang siapa yang hatinya tenang tingkat stresnya menurun, maka produksi hormon kortisol juga rendah. Dengan demikian iminutas bisa meningkat. Kalau imunitas meningkat daya tahan tubuh menangkal virus Corona sangat tinggi jadi kemungkinan besar tidak akan sakit," ucapnya.
Adapun mengikuti ilmu ialah senantiasa mengikuti panduan medis, dokter dan para ahli serta merujuk kajian-kaijan ilmiah mengenai Covid-19. Disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan dan menggiatkan olahraga.
"Cara yang paling efektif dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Kemudian sering berolah raga, kelima gizi terjaga dan terpelihara," tuturnya.
(asf)