LANGIT7.ID, Jakarta - Koalisi Advokasi Permenkominfo Nomor 5 tahun 2020 mengimbau publik mewaspadai penumpang gelap dalam memprotes
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait pemblokiran sejumlah aplikasi. Di antaranya adalah tindakan doxing dan pelemparan botol berisi air kencing ke gedung Kominfo.
“Koalisi Advokasi Permenkominfo 5/2020 menyatakan bahwa Koalisi tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam aksi doxing dan rencana pelemparan botol pipis tersebut diatas,” dilansir pernyataan media Safenet, Ahad (31/7/2022).
Safenet menyatakan, pada prinsipnya Koalisi Advokasi menghargai setiap bentuk aksi dan demonstrasi. Menurut koalisi, aksi protes merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dan berpendapat.
Baca Juga: Ini Daftar PSE Diblokir Kominfo, Ada Yahoo! hingga PayPal“Tapi koalisi tetap mengutamakan prinsip nonkekerasan dan menghargai martabat kemanusiaan dalam aksi-aksinya. Kita perlu berhati-hati juga terhadap provokasi yang akan membuat advokasi menjadi kontraproduktif,” katanya.
Sebuah kelompok yang mengatasnamakan diri Blok Politik Pelajar mengajak semua pihak yang kesal dengan pemblokiran sejumlah situs dan aplikasi yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melempari Gedung Kominfo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta dengan botol berisi air pipis.
Aksi direncanakan bakal berlangsung pada Senin (1/8/2022), sekitar pukul 14.00 WIB. Undangan kepada publik untuk ikut ambil bagian dalam aksi melempar botol berisi air pipis ke Gedung Kominfo itu sudah mereka sebarkan lewat pesan singkat di aplikasi WhatsApp serta unggahan di akun Instagram mereka, @blokpolitikpelajar.
(sof)