LANGIT7.ID - , Jakarta - Salah satu cara terbaik untuk melindungi gigi adalah
siwak. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk bersiwak dalam hadits,
“Bersiwak itu membersihkan mulut dan membuat Allah ridha.” HR. Baihaqi dan An-Nasai.
Pada masa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, masyarakat telah memanfaatkan siwak untuk membersihkan gigi. Jenis siwak yang paling baik adalah yang berasal dari pohon araak.
Baca juga: 7 Alasan Siwak Relevan dari Zaman Rasulullah SAW hingga KiniSiwak terbuat dari ranting pohon yang mengandung mineral alami untuk membantu
membersihkan gigi, mencegah gusi berdarah, hingga memberikan aroma segar pada mulut.
Studi ilmiah modern menemukan bahwa siwak memiliki mineral alami yang membunuh mikroba dan kuman serta menghilangkan plak.
Ada banyak kandungan bermanfaat di dalam siwak selain disebutkan sebelumnya. Siwak mengandung inhibitor asam antibakteri yang dapat menghentikan pendarahan.
Siwak juga dapat mendisinfeksi
gusi dan gigi juga menutup luka mikroskopis yang mungkin ada pada gusi.
Bila Anda baru pertama menggunakannya, siwak akan terasa keras. Bahkan mungkin ada sensasi terbakar, karena ada zat seperti mustard di dalamnya. Tetapi, perlu diketahui, ini adalah bahan yang melawan pembusukan di mulut dan membunuh kuman.
Baca juga: Manfaat dan Tata Cara Sikat Gigi yang Benar, Coba Teknik MemutarKandungan mineral lain seperti natrium klorida, kalium, natrium bikarbonat dan kalsium oksida dapat membersihkan gigi. Asosiasi dokter gigi di Ameriak menganggap zat tersebut adalah bahan yang disukai dalam pasta gigi.
Selain itu kandungan enzim yang ada pada siwak dapat mencegah penumpukan plak, penyebab penyakit gusi dan gigi tanggal.
Bahan anti pembusukan dan anti kuman yang bertindak sebagai semacam penisilin, mengurangi jumlah bakteri di mulut, yang berarti gigi lebih bersih dan udara lebih bersih saat bernafas melalui mulut.
Beberapa peneliti telah menemukan bahwa sikat kering menyebabkan kerusakan gigi yang cepat. Sebenarnya, membasahi
sikat gigi dapat mengurangi kerusakan.
Jadi siwak harus dibasahi sebelum digunakan. Jika tidak ada alternatif, air liur seseorang akan cukup untuk membasahi ranting siwak.
Baca juga: Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut saat Pandemi, Waspadai Penyakit Sistemik.Siwak juga memiliki bahan kimia yang menyebabkan mulut menghasilkan air liur ekstra, yang merupakan mekanisme pertahanan dan pembersihan organik mulut. (Sumber: About Islam).
(est)