LANGIT7.ID, Jakarta - Sejarah diadakannya pameran buku
Islamic Book Fair (IBF) berangkat dari cita-cita untuk meningkatkan literasi agama Islam kepada masyarakat di Tanah Air.
Anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jakarta, Afrizal Sinaro menyebutkan, ide awal IBF berasal dari kegelisahan penerbit buku Islam di IKAPI DKI Jakarta. Mereka merasa nuansa Islami di
pameran buku seperti Indonesia Book Fair dan Jakarta Book Fair tidak terasa.
"Salah satu alasan IKAPI Jakarta tergerak mengadakan pameran
buku Islam karena minat dan budaya membaca umat Islam Indonesia masih rendah. IKAPI Jakarta memiliki kepedulian terhadap itu dan bisa memberikan sesuatu yang lebih dibandingkan dengan di toko buku," kata mantan Ketua IKAPI Jakarta ini dalam keterangannya, dikutip Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: Islamic Book Fair 2022 Bertabur Bintang PenulisPameran IBF sendiri sudah dilangsungkan sejak 2001 silam. Pada awal masa IBF baru sekitar 75 penerbit buku Islam yang terlibat.
"Seiring waktu minat baca umat Islam dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga turut menambah jumlah penerbit buku Islam yang tergabung di IKAPI," katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta, Hikmat Kurnia mengaku optimistis mampu meningkatkan minat baca dan literasi Islami lewat gelaran IBF. IBF disebut sebagai momentum penting untuk mengangkat kembali khazanah perbukuan Indonesia.
"Walaupun situasi sekarang ini tidak mudah bagi dunia perbukuan Islam, namun kami meyakini IBF harus terselenggara," kata Hikmat kepada Langit7.
Adapun IBF kali ini merupakan gelaran pameran buku Islam ke-20. IBF telah digelar sejak 3 Agustus lalu hingga 7 Agustus 2022 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC).
"Saat setiap detik kehidupan mengalami perubahan, bekal literasi Islam akan mampu menjadi sarana untuk menyikapi perubahan itu dengan bijaksana," ujarnya.
Sebagai informasi, IBF tahun ini menyediakan 128 stand, yang terdiri dari 113 stand buku dan 15 stand multi produk. Serta dihadiri 49 penerbit dan puluhan imprint-nya.
(bal)