LANGIT7.ID, Jakarta - Kerupuk menjadi makanan yang populer di Indonesia. Tak hanya sekadar makanan pendamping, kerupuk juga menjadi salah satu tradisi dari perlombaan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Lantas bagaimana sejarah kerupuk bisa dijadikan lomba 17-an? Berikut penjelasannya, melansir dari Indonesia Baik, Ahad (14/8/2022).
Kerupuk menjadi salah satu makanan pelengkap andalan bangsa Indonesia sejak 1930-1940-an. Pada masa-masa itu, krisis ekonomi di Tanah Air sedang terjadi.
Harga kebutuhan pangan melonjak tinggi sehingga sulit dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Akhirnya, kerupuk jadi salah satu penyambung hidup karena harganya yang murah.
Baca Juga: Muhammadiyah: Ulama Perjuangkan Kemerdekaan untuk Perbaiki Moral BangsaSejak zaman peperangan, kerupuk dikonsumsi oleh kebanyakan masyarakat Indonesia di strata ekonomi bawah. Kerupuk identik sebagai makanan rakyat kecil di masa untuk bisa bertahan hidup.
Lalu pada 1950 mulai bermunculan lomba-lomba memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, salah satunya makan kerupuk yang bertujuan menghibur rakyat usai masa peperangan berakhir.
Kondisi politik dan keamanan negara saat itu mulai kondusif karena sejak usai masa peperangan, pemerintah mengharuskan rakyat mempertahankan kemerdekaannya, sejak 1945.
Selain untuk menghibur usai masa peperangan, lomba makan kerupuk bertujuan mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia mengenai kondisi perang memprihatinkan dan sulit.
Baca Juga: Tito Karnavian Apresiasi Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Merauke(zhd)