LANGIT7.ID, Jakarta - Dalil penciptaan langit dan bumi oleh Allah SWT, dituangkan dalam ayat 22 dari surat Al-Baqarah:
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖوَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (Qs Al Baqarah 22).Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Apa kamu tidak melihat. Apa yang sudah diberikan Allah setelah penciptaan langit dan bumi,” .
Baca juga: Gus Baha: Bekerja adalah Sunah yang Dicintai AllahSabda nabi tersebut sangat mudah sekali dipahami. Manusia dimnta untuk berpikir tentang kuasa Allah dalam menciptakan langit, bumi dan seisinya untuk kelangsungan hidupnya.
Pengasuh Pondok Pesantren LP3iA Narukan, Rembang Bahaudin Nur Salim atau yang lebih dikenal
Gua Baha mengatakan, manusia tidak usah khawatir masalah rezeki, karena Allah tidak akan bangkrut. Lihat bahwa Allah itu setelah menciptakan langit dan bumi, memberi makan hewan-hewan termasuk manusia.
“Termasuk dinosaurus, unta, gajah sampai sekarang juga tidak habis. Apalagi kalau kalian makan satu piring,” Gus Baha dikutip dari kanal Santri Gayeng, Kamis (18/8/2022).
“Artinya kalau Allah menggelar alam seluas ini. Dan dia tebarkan bermacam-macam binatang. Lha sekarang hewan kecil-kecil. Dulu ada dinosaurus dunia tidak habis, sekawang hewan kecil malah ringan seperti kambing,” ujarnya lagi.
Menurut Gus Baha, bagaimana manusia tidak tawakkal, karena Allah SWT membiayai hewan diciptakan mulai dari penciptaan bumi. Tapi sampai sekarang tidak habis.
“Lha bojomu makan sak piring saja mencari sulit. Masya Allah. Innalililahirajiiun. Makanya kamu tidak usah mengumpulkan uang terlalu banyak. Karena istrimu kalau makan hanya sepiring,” katanya.
Baca juga: Heboh CFW, Ini Gaya Fesyen 5 Ulama saat Berdakwah“Kalau makannya istrimu seperti dinosaurus mok rewangi korupsi sumbut. Lha wong makan sepiring saja kok harus korupsi,” ucapnya. .
Menurutnya, tidak ada orang paham Alquran seperti kanjeng nabi. Karena itu Gus Baha mengaku suka menghapalkan hadis karena sealim-alimnya ulama jika berfatwa tetap mbulet. Tapi kalau kanjeng nabi, cara beliau memuji pangeran itu simpel.
“Tuhanku itu kaya, tidak ternilai, dan tidak terbayangkan. Coba lihat saja, diangan-angan. Lihat saja memberi makan makhluk hidup sejak menciptakan langit dan bumi sampai sekarang kok tidak habis. Makan sepiring direwangi kerja sampai tengah malam, direwangi korupsi. Bodohnya kok gak selesai-selesai,” bebernya.
(sof)