Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

3 Faktor Mainstream Munculnya Islamofobia di Indonesia

mahmuda attar hussein Ahad, 21 Agustus 2022 - 16:55 WIB
3 Faktor Mainstream Munculnya Islamofobia di Indonesia
Ilustrasi Islamofobia. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3 faktor penyebab munculnya Islamofobia di Indonesia. Faktor-faktor ini adalah yang paling mainstream ditemui di tengah kehidupan bermasyarakat.

Hal itu dikatakan Ustadz Wijayanto kepada Langit7, saat ditemui di Larazeta, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2022).

Adapun ketiga faktor itu di antaranya sebagai berikut:

Baca Juga: Sejarah Munculnya Islamofobia, Ada yang Tak Ingin Umat Berkembang

1. Orang tidak paham Islam

Masih banyak orang yang belum betul-betul paham ajaran Islam. Bahkan hal itu juga ditemui dalam kalangan orang Islam itu sendiri.

"Jadi sebetulnya orang tidak paham, dan kita gagal mencerminkan Islam yang rahmatan lil 'alamin. Sehingga seolah-olah Islam dilihat negatif," katanya.

Padahal, lanjut dia, menolong seekor anjing dengan memberinya minum saja bisa masuk surga. Hal itu sesuai dengan yang disampaikan dalam hadis berikut, yang artinya:

“Seorang wanita pezina diampuni oleh Allah. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya di sisi sebuah sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan. Si wanita pelacur tersebut lalu melepas sepatunya, dan dengan penutup kepalanya. Lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya ini, dia mendapatkan ampunan dari Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

"Artinya betapa Islam punya nilai kebaikan seperti ini, yang justru kadang gagal ditampilkan," katanya.

2. Orang Islam gagal mencerminkan agama yang rahmatan lil alamin

Dosen UGM ini menjelaskan, pada zaman Nabi SAW, ada orang dipenjara di Madinah. Orang ini ketika akan dibebaskan justru menolak dan lebih memilih tinggal di penjara.

"Dia memilih tinggal di penjara umat Islam daripada hidup bebas di negerinya sendiri. Dia merasakan damainya lingkungan umat Islam, karena di situ tertib aturan masyarakat madani.

3. Ada kepentingan orang-orang tertentu

Menurut penceramah berusia 53 tahun ini, Islamofobia juga menjadi agenda tersendiri bagi orang-orang tertentu. Artinya, ada kepentingan orang-orang yang memang tidak suka Islam terus berkembang dengan kekuatannya.

"Ada orang yang ingin Islam tidak menjadi kekuatan tunggal, maka harus dipecah, dan muncul isu di sana-sini yang ada kaitannya dengan fulus," tambahnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)