Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Sejarah Munculnya Islamofobia, Ada yang Tak Ingin Umat Berkembang

mahmuda attar hussein Jum'at, 12 Agustus 2022 - 17:30 WIB
Sejarah Munculnya Islamofobia, Ada yang Tak Ingin Umat Berkembang
Ilustrasi gerakan menolak Islamofobia. (Foto: Pixabay).
LANGIT7.ID, Jakarta - Sejarah munculnya Islamofobia di Indonesia berawal dari kelompok-kelompok yang tak ingin umat bersatu dan berkembang. Pelopornya dari internal dan eksternal.

Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zaenuddin mengatakan, ada tiga kelompok yang tidak senang dengan kemajuan umat Islam, mereka yakni kelompok orang-orang munafik, fasik dan sekte lain dari Islam sendiri.

"Memang berawal dari sana. Jadi saat muncul Islam yang sesuai syariat agama yang bisa memajukan umat, mereka menentangnya," kata Ustadz Jeje kepada Langit7, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Waketum Persis soal Islamofobia: Harus Ada Perlawanan Nyata

Menurut dia, kelompok-kelompok ini memang menjadi musuh Islam sejak lama. Mereka tahu bila umat menerapkan ajaran agama sesuai syariat, sebagaimana Al Quran dan Assunnah, Islam akan bangkit.

Ustadz Jeje menilai, umat Islam diadu domba. Dengan menciptakan tudingan-tudingan antarumat yang berbeda pandangan atau mahzab, salah satunya klaim wahabi.

"Sebetulnya fobia ini bukan terhadap Islam, hanya karena aspek-aspek tertentu saja. Semisal ada yang menggelar pernikahan sesuai sunnah, terpisah antara ikhwan dan akhwat, lalu ada muncul persepsi berbeda," ujarnya.

Hal inilah yang dibesar-besarkan, sehingga label terhadap Islam buruk, seperti dianggap fanatik atau radikal. Padahal hanya beberapa aspek saja yang sebetulnya kurang bisa diterima masyarakat umum.

Persaingan Arab Saudi dan Iran

Ustadz Jeje mengatakan, Islamofobia juga tak lepas dari masalah internal. Dia mengakui, ada persaingan antara Arab Saudi dan Iran, sama-sama ingin menjadikan penerapan Islam merunut ke negara mereka masing-masing.

Arab Saudi, kata dia, beranggapan bahwa Islam lahir dari Mekkah dan Madinah, sehingga sudah seharusnya umat Islam di seluruh dunia mengacu ajaran dan pemahaman atau mahzab yang mereka anut.

Sementara Iran mengangkat nama besar Persia yang memiliki sejarah kejayaan di masa lalu. Negara tersebut pun ingin umat Islam berkiblat pada ajaran mereka yakni Syiah.

"Jadi ada persaingan antara Arab Saudi dan Iran. Ini dari internal kita," ujar dia.

Klaim Barat

Cap buruk terhadap Islam juga lahir dari eksternal. Ustadz Jeje mengatakan, oknum-oknum sekuler di negara barat menciptakan doktrin bahwa Islam itu buruk.

Klaim ini berdasarkan lahirnya gerakan-gerakan Islam radikal dan aksi terorisme di negara-negara konflik Timur Tengah. Seperti serangan menara WTC dan Pentagon pada 9 September 2001 dan gerakan militan ISIS.

Oknum-oknum barat ini membuat stigma buruk terhadap Islam. Hal ini ditularkan ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang merupakan negara mayoritas muslim.

Hal ini terlihat dengan adanya cap negatif terhadap umat Islam bercelana cingkrang dan bercadar. Namun persepsi ini mulai memudar seiring dengan kemunculan dakwah-dakwah Islam.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)