LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat
Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zaenudin menyebutkan, isu
Islamofobia mesti dihadapi dengan perlawanan dan aksi nyata.
Menurutnya, ada banyak peran yang bisa dilakukan
umat Islam dalam meredam isu terkait stigma buruk soal Islam. Salah satunya adalah peran media sebagai penyebar informasi.
"Sebaik-baiknya pembelaan dan penjelasan adalah dengan perbuatan dan wujud nyata. Peran media massa tentang Islamofobia perlu memberikan narasi penyeimbang soal tuduhan dan stigma buruk tentang Islam, stigma buruk ini aspek syariah," jelasnya kepada
Langit7, Jumat (12/8/2022).
Baca Juga: Negara Harus Hadir untuk Menjawab Islamofobia di MasyarakatPola pikir negatif soal Islam, kata dia, perlu diimbangi dengan wacana penyeimbangnya. Sehingga sesuai ajaran Rasulullah SAW, bahwa Islam memberikan ajaran yang baik tanpa merugikan pihak manapun.
Termasuk ketika Islam masuk dalam agenda politik. Di mana kepentingan tertentu berupaya menarasikan untuk mempersatukan Islam, tapi terkadang justru sebaliknya.
"Makanya kita harus memposisikan wacana keagamaan agar tidak terpisah dengan kebangsaan. Baik pembangunan maupun cita-cita keagamaan, harus sama dengan kebangsaan," ujarnya.
Dia menambahkan, isu Islamofobia di Tanah Air sendiri masih mengundang perdebatan. Kendati demikian, beberapa fakta terkait Islamofobia mulai muncul ke permukaan.
"Penisataan agama merebak, lalu ada upaya yang sistematis, orang ditakuti tentang syariah. Paling nyata itu bukan Islamnya, tapi kelompok yang digeneralisasi," tambahnya.
(bal)