Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 30 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Adab Mengembalikan Piring ke Tetangga, Harus Diisi atau Kosong?

ummu hani Selasa, 23 Agustus 2022 - 14:47 WIB
Adab Mengembalikan Piring ke Tetangga, Harus Diisi atau Kosong?
Adab bertetangga dalam Islam. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia saling berbagi makanan ke tetangga, baik saat ada acara tertentu maupun tidak. Umumnya, orang membagikan makanan menggunakan wadah keramik atau kaca, bukan kemasan sekali pakai karena tetangga dianggap memiliki lokasi yang dekat.

Namun, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana adab saat mengembalikan piring kepada tetangga yang memberi makanan. Meski sudah mengucapkan terima kasih, ada cara lain yang harus dilakukan sebagai bukti menghargai yang memberi.

Baca juga: 4 Alasan Islam Memandang Pentingnya Memberi Hadiah

Hal ini sudah diperintahkan Rasulullah SAW, dalam sabdanya kepada Abu Dzar Radhiyallahu'anhu, yang berbunyi:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ

“Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu” (HR. Muslim).

Artinya, saling memberi merupakan bentuk menghargai kehadiran tetangga sebagai orang terdekat dalam keseharian. Meski demikian, sebagai pemberi, tak boleh untuk mengharapan imbalan apapun.

Mengutip dari Southern Living, Selasa (23/8/2022) mengembalikan piring yang diisi makanan merupakan adab atau tata krama dan kesadaran diri untuk menghargai serta membalas kebaikan seseorang.

Baca juga: Haram Masuk Surga Jika Membiarkan Tetangga Kelaparan

Tetangga akan sama senangnya dengan kita yang sudah diberi, jika piringnya kembali diisi makanan juga. Bukan tentang harganya yang terpenting, tapi mengenai makna dari pemberian tersebut.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 30 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)