LANGIT7.ID - , Jakarta - Banyak pasangan yang sudah menikah memberikan panggilan khusus kepada pasangannya, seperti sayang,
babe, sweetheart, dan sebagainya.
Hal tersebut lumrah saja dilakukan,
Nabi Muhammad SAW pun memberikan
panggilan sayang pada istrinya,
Aisyah.
Namun, bagaimana jika panggilan tersebut berupa panggilan yang biasa disematkan ke
orang tua kita seperti Abi, Umi, Papa atau Mama? Bolehkah demikian?
Baca juga: Teladan Rasulullah, Bangun Romantisme Hubungan dengan Panggilan SayangPengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma'arif atau
Buya Yahya mengatakan tidak ada pelanggaran
syariat terkait hal tersebut.
Sebab, menurutnya itu merupakan cara mengajari anak memanggil mereka.
"Seorang istri memanggil suaminya dengan Abi, itu sebenarnya mengajarkan anak memanggil ayahnya dengan panggilan Abi. Coba misalnya mereka saling memanggil nama, bisa jadi anak juga menirunya," ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV, Jumat (26/8/2022).
Dia melanjutkan, nanti jika anak sudah terbiasa memangil Abi atau Umi, maka Anda harusnya memiliki nama panggilan lain untuk istri maupun suami.
Baca juga: Romantis, Ini 5 Macam Love Language Rasulullah SAW"Inikan semata-mata untuk membiasakan anak, tapi tetap kalau anak sudah terbiasa, harus punya panggilan spesial lah untuk pasangan," pungkasnya.
(est)