Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home global news detail berita

Rasulullah Teladan Terbaik Wujudkan Kerukunan Antarumat Beragama

Muhajirin Senin, 05 Juli 2021 - 16:45 WIB
Rasulullah Teladan Terbaik Wujudkan Kerukunan Antarumat Beragama
Pemandangan panorama Masjid Agung Sheikh Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab saat senja mendekati momentum terbenamnya matahari. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Timur (Jaktim) Kiai Haji (KH) Maarif Fuadi MA menilai Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama. Sebut saja, Piagam Madinah yang ampuh dalam mengatur kehidupan berbangsa.

Saat itu, umat Islam dan nonmuslim hidup berdampingan dengan baik. Rasulullah SAW mempraktikkan dan mengajarkan tentang kesetaraan dalam bermasyarakat dan tidak mendiskriminasi kelompok lain. Dalam hal muamalah, beliau tidak membedakan perlakuan terhadap orang Islam dan nonmuslim, baik di Makkah maupun di Madinah.

Bahkan sejarah mencatat, Rasulullah SAW merupakan sosok yang memiliki ahlak paling mulia kepada nonmuslim sekalipun. Islam mengajarkan konsep perbedaan seharusnya membuat umat manusia bisa saling melengkapi, bukan malah menjadi faktor penyebab perselisihan.

"Agama Islam memandang segala perbedaan sebagai sebuah anugrah Tuhan yang begitu besar yang harus di syukuri. Masyarakat dalam pandangan Islam memiliki kedudukan yang sama, tidak ada yang merasa paling hebat atau paling kuat dari yang lain, memiliki hak dan kewajiban yang sama baik dalam bidang sosial, politik maupun hukum," kata Maarif kepada Langit7.id, Senin (5/7/2021).

Dia mengungkapkan, salah satu solusi yang ditawarkan Islam untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama adalah komunikasi. Dalam Islam, kata dia, dikenal dengan istilah musyawarah. Segala permasalahan bisa diselesaikan duduk bersama.

"Ketika terjadi permasalahan diselesaikan dengan mengedepankan klarifikasi, dialog, diskusi, musyawarah dan tidak memaksakan kehendak," ucapnya.

Diketahui, toleransi dan tenggang rasa sudah sering menjadi narasi dalam upaya mewujudkan persatuan. Hanya saja, kata dia, upaya kerap berhenti pada narasi, tidak sampai pada tahap realisasi di lapangan. Padahal, toleransi adalah modal sosial untuk menciptakan persatuan bangsa.

"Toleransi kerap mengalami pasang surut sesuai dengan latar belakang bangsa Indonesia yang heterogen," ungkapnya.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)