LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinaator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)
Mahfud MD mendesak Gubernur Papua Lukas Enembe memenunhi panggilan KPK di Jakarta.
"
Lukas Enembe, menurut saya kalau dipanggil KPK datang saja. Jika tidak cukup bukti kami semua di sini menjamin dilepas," kata Mahfud dalam keterangannya, Selasa (20/9/2022).
Menurut dia, bila ternyata cukup bukti atas dugaan kasus itu, pejabat tersebut harus bertanggung jawab. Sebab sudah disepakati untuk membangun Papua dengan bersih dan damai.
Baca Juga: KPK: Jika Ingin Diperiksa di Jayapura, Lukas Enembe Harus Tenangkan MasyarakatGubernur Papua, Lukas Enembe diduga melakukan pengelolaan yang tidak wajar berupa setoran tunai ke kasino judi luar negeri.
Dalam penemuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) setoran tersebut senilai 55 juta Dollar Singapura atau sekitar Rp560 miliar.
Secara total, terdapat 12 temuan PPATK terkait setoran tunai disalurkan Lukas Enembe ke kasino judi luar negeri.
Kemudian dengan metode setoran tunai, tercatat ada pembelian jam tangan mewah, senilai Rp550 juta. Dalam kasus ini, PPATK menyatakan sudah membekukan transaksi di 11 penyedia jasa keuangan, mencakup asuransi hingga bank.
(bal)