LANGIT7.ID, Jakarta - Kasus
operasi tangkap tangan (OTT) Hakim Agung Sudrajat viral dan menjadi perbicangan di media sosial. Twitter mencatat ada 6.310 cuitan mengenai topik itu.
Banyak
netizen yang menyoroti kasus ini. Sebab terduga pelakunya merupakan seorang hakim agung. Label yang disematkan itu sudah tak pantas lagi.
"Waduh hakim agung, sudah enggak pantas lagi disebut
hakim agung," kata seorang netizen Usuludin dengan nama akun
@usuludin321, Jumat (23/9/2022).
Sebelumnya KPK melakukan OTT di Mahkamah Agung (MA) terkait dugaan korupsi suap pengurusan perkara di pengadilan negara tertinggi itu.
Baca Juga: Komisi III Minta Polri Pecat Perwira Tersangka Obstruction of JusticeDalam kasus ini, KPK menetapkan 10 orang tersangka, salah satunya, Hakim Agung, Sudrajad Dimyati alias SD.
Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, pihaknya mengantongi alat bukti yang cukup untuk menaikkan perkara ini ke tingkat penyidikan.
"Penyidik menetapkan 10 orang sebagai tersangka, SD hakim agung MA," kata Firli dalam konferensi pers, di YouTube KPK, Jumat (23/9/2022).
Adapun tersangka lainnya, yakni Elly Tri Pangestu selaku Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti Mahkamah Agung, Desy Yustria dan Muhajir Habibie yang merupakan PNS Kepaniteraan MA.
Kemudian ada pula Redi dan Albasri yang merupakan PNS di MA, Yosep Parera dan Eko Suparno selaku pengacara, Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto dari pihak swasta atau Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID.
KPK kemudian menahan para tersangka tersebut selama 20 hari ke depan untuk penyidikan. KPK menyangka Hakim Agung SD dengan pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.
(bal)