LANGIT7.ID, Jakarta - Tren bisnis kopi di Indonesia sangat berkembang pesat. Tak sedikit generasi milenial dan Gen Z yakin untuk memulai usaha di bidang kopi meski persaingan sangat ketat.
Tentunya, menjalankan usaha tak terlepas dari strategi para pemilik dalam membangunnya. Hal tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang fantastis.
CEO Janji Jiwa, Billy Kurniawan mengatakan, meski persaingan bisnis kopi saat ini sangat padat, setiap brand wajib memiliki ciri khas dan kreativitas masing-masing.
"Kunci utama dari dari seorang enterpreneur adalah fokus jangan sampai terpecah dengan tren bisnis yang ada. Dengan begitu kita bisa maksimalkan bisnis dengan menciptakan khas dan kreativitas," tutur Billy, dalam acara Indonesia Millennial dan Gen-Z Summit IMGS 2022, dikutip Ahad (2/10/2022).
Baca Juga: 3 Tips Bisnis Coffee Shop, Begini Cara Rintis UsahanyaSelanjutnya, Billy mengatakan, pebisnis harus memelajari step-by-step bagaimana menjalankan usaha dari mulai merintis hingga memiliki cabang.
"Mengatur satu hingga dua cabang, dengan mengatur 10 cabang lebih itu berbeda. Konsistensi itu penting, karena tantangan itu selalu ada terutama dalam membangun uniqe selling," ucap Billy.
Billy menegaskan, setiap pebisnis juga harus membangun kepercayaan konsumen terhadap produk. "Inti dari bisnis adalah (memerhatikan) orientasi customer karena untuk menjaga trust (kepercayaan). Customer itu tidak pernah puas jadi kita harus improve (produk)," ujar Billy.
Lalu, diperlukan pula program yang dinamis untuk mengembangkan bisnis, seperti memfokuskan managerial dan edukasi kepada pekerja yang ada terhadap perkembangan zaman.
"Agar bisnis bisa bertahan, perlu juga edukasi terhadap sumber daya kita. Kita secara pengembangan juga harus up-to-date mengikuti zaman dan beradaptasi," ujar Billy.
Janji Jiwa merupakan salah satu brand kopi lokal yang berdiri sejak 2018. Hingga kini, Janji Jiwa sudah memiliki 1.000 outlet di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Tempat Camping Seru di Bandung Sambil Hafal Quran(zhd)