Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Psikolog Klinis Ungkap Cara Identifikasi Perilaku Toxic dalam Diri

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 13 Oktober 2022 - 16:56 WIB
Psikolog Klinis Ungkap Cara Identifikasi Perilaku Toxic dalam Diri
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Istilah toxic umumnya diberikan pada orang yang beracun atau membawa dampak buruk bagi orang lain, khususnya terhadap psikis. Namun, seringkali orang tidak sadar bila dirinya masuk dalam kriteria toxic.

Bagaimana cara mengidentifikasi sifat toxic pada diri sendiri?

Menurut Psikolog Klinis, Marissa Meditania cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui sifat toxic ini adalah dengan mengevaluasi diri. Hal tersebut bisa dimulai dengan belajar melihat masalah dari dua sisi.

Baca juga: Terjebak Toxic Relationship, Psikolog Klinis Kasih 5 Cara Atasinya

"Kalau ada masalah sebelum kita lihat orang lain, kita juga lihat apa kontribusi kita akhirnya masalah itu terjadi," ujar Marissa dalam webinar relationship, Rabu (12/10/2022), kemarin.

Bagi Marissa, orang yang tidak sadar dirinya toxic artinya belum peduli dengan dirinya sendiri. Dia menyarankan untuk melihat masalah dari dua sisi. Sebab itu bisa dijadikan sebagai pembelajaran untuk peduli terhadap diri sendiri.

Selain itu, dia menganjurkan untuk menjadi pribadi yang terbuka terhadap masukan dari lingkungan sekitar.

"Kalau misalkan kita sudah mendengar dari satu dua orang kita itu toxic, maka tanya apa yang membuat mereka berpikir demikian. Cari bagian toxic-nya di mana. Supaya paham bahwa kita memiliki toxic bagian A. Tapi, bukan berarti kalau orang bilang kita toxic, itu kita langsung terima tetapi kita harus cari datanya," katanya.

Baca juga: 10 Kata-Kata Toxic yang Mesti Dijauhi Generasi Muda Sekarang

Menanyakan pendapat orang memang penting, namun Marissa menyarankan untuk tetap bertanya saat kondisi diri tenang. Tujuannya agar lebih terbuka ketika menerima masukan orang tersebut.

"Harus tenang, dibandingkan kalau lagi berantem terus ada yang bilang toxic biasanya kita akan defensive. Setelah itu tanya juga pendapat mereka apa yang mereka harapkan dari diri kita yang toxic itu, jangan ragu minta arahan itu akan sangat membantu," ucapnya.

Marissa pribadi mengakui proses mengetahui dan menyadari diri sendiri toxic tidaklah mudah dan membutuhkan banyak waktu. Meski demikian, baginya kecepatan tidaklah penting, yang terpenting adalah konsisten untuk tetap berusaha.

"Paling penting itu bukan cepat, tetapi konsistensi kita dalam berusaha untuk menjadi lebih baik. Kalaupun perilaku toxic-nya itu berkurangnya lama, terpenting kita sudah sadar dan tahu apa yang mau dilakukan. Lalu belajar untuk merubah diri itu yang paling penting," pungkas alumni Universitas Padjadjaran itu.

Baca juga: 5 Jenis Toxic Relationship, Bisa Terjadi di Orang-Orang Sekitar

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)