Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home community detail berita

Kreativitas IRT di Tuban Sukses jadi Penyuplai Brand Amerika

Andi Muhammad Kamis, 13 Oktober 2022 - 22:32 WIB
Kreativitas IRT di Tuban Sukses jadi Penyuplai Brand Amerika
Kreativitas IRT di Tuban Sukses jadi Penyuplai Brand Amerika. Foto: istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - - Kreativitas sekelompok ibu rumah tangga (IRT) di Bonerejo, Kabupaten Tuban menghasilkan hasta karya tas jait bernilai tinggi, bahkan mampu menembus pasar internasional Amerika Sekirat (AS).

Aktivitas rajut yang ditekuni oleh puluhan IRT tersebut di bawah binaan Perempuan Indonesia Merajut (Prima) yang digagas EMCL dan SKK Migas. Tas rajut itu pun menjadi suplai utama brand "The Sak" asal AS.

Salah satu perajut, Niswatun menuturkan kerajinan yang dihasilkan tidak hanya tas rajut saja. Melainkan dompet, sepatu, taplak meja, pernak pernik yang dikerjakan secara manual yang bermula akibat imbas dari puncak pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

"Ada tawaran untuk bergabung di Prima. Dan harganya, mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan, tergantung jenis produknya," kata Niswatun dikutip Antara, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga: 60 Persen Pelaku Usaha Mikro di Indonesia Didominasi Kaum Perempuan

"Bahan baku rajut ini disuplai dari perusahaan Bumi Citra Mandiri asal Yogyakarta, dari sanalah bahan setengah jadi yang kita kerjakan dikirim ke Amerika," imbuhnya.

Kesempatan itulah yang dimanfaatkan sejumlah IRT demi keberlangsungan hidup di masa pandemi guna menambah pundi-pundi uang. Sebab tak banyak yang bisa dilakukan kala itu, semua aktivitas pun terbatas, bahkan PHK di mana-mana membuat sejumlah IRT tersebut tertarik untuk menekuni.

"Pekerjaan ini bisa dikerjakan sambil momong anak di rumah, ada orderan atau tidak kita tetap merajut. Karena penghasilan kita juga dari ongkos merajutnya," tutur dia.

Niswatun menjelaskan bahwa perusahaan asal Amerika Serikat itu pernah memesan 500 pcs. Dalam sebulan dia bisa mendapatkan upah sekitar Rp600 ribu hingga Rp1 juta per bulan.

Selain menjadi supplier utama 'The Sak', mereka juga memasarkan produk hasil rajutan itu ke media sosial dan market place. Ini agar mendapatkan pemasukan tambahan, dan tidak bergantung pada "The Sak".

"Kalau secara online minimal bisa 15 pcs dalam sebulan," ujarnya.

Baca Juga: Wapres Ingin Ilmu Ekonomi Syariah Masuk Kurikulum Pesantren

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan