LANGIT7.ID, Cirebon - Marcel Radhival alias
Pesulap Merah mendatangi Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon,
Buya Yahya. Pria kelahiran 26 Agustus 1995 tersebut membahas berbagai persoalan terkait praktik perdukunan yang ada di Indonesia dengan Buya Yahya.
Dalam kesempatan itu, Pesulap Merah menanyakan ilmu hikmah yang sering menjadi senjata andalan para dukun. Kata hikmah sering disematkan oleh oknum dukun untuk meyakinkan para pasien. Dengan embel-embel itu, dukun biasanya menjual bulu perindu hingga alat-alat jimat.
Buya Yahya menjelaskan, hikmah berasal dari Bahasa Arab yang bisa diartikan bijaksana. Ahli hikmah memiliki omongan atau kalimat-kalimat yang bermakna saat berbicara. Pembicaraan tersebut memiliki argumen kuat dan logis.
Baca Juga: Muhammadiyah Dukung Aksi Bongkar Penipuan Dukun Berkedok Agama
Selanjutnya, hikmah sering dipakai dalam istilah ruqyah. Namun, ahli ruqyah merupakan orang yang sudah memahami rambu-rambu syariat Islam, sehingga tidak terjerumus ke dalam perbuatan syirik.
“Hikmah diambil dari ayat Al-Qur’an dalam dunia pengobatan. Cuma itu ada batasannya, jangan sampai ada melanggar rambu-rambu. Makanya Islam ada rambu-rambunya,” kata Buya Yahya berbincang di Marchel di kanal Pesulap Merah Productions, dikutip Rabu (26/10/2022).
Buya Yahya meminta Pesulap Merah untuk mengingatkan para dukun agar kembali ke jalan yang lurus. Terlebih, banyak pasien yang terjebak dalam perbuatan syirik karena ulah oknum dukun tersebut. “Allah tidak akan memberikan obat kepada sesuatu yang tidak baik. Apalagi yang mengarah pada hilangnya iman,” ucapnya.
Baca Juga: Gus Baha Tegaskan Bahwa Santet Tidak Ada
Selain itu, Pesulap Merah juga sempat menyinggung terkait dukun yang menyebut sulap juga haram. Mendengar hal itu, Buya Yahya mengaku sering bercanda menggunakan trik sulap. Sulap sudah masyhur hanya trik.
“Saya pun kadang-kadang di pondok, anak-anak guyonannya ada main sulap-sulapan tapi pasti bohong itu, jadi kalau orang tahu dia berbohong, berarti tidak bohong lagi. Yang berbahaya itu atas nama gaib, ini yang enggak usah,” ujar Buya Yahya.
Sulap dimaksudkan untuk menghibur, sehingga wajar dilakukan. Sulap mengandalkan kecekatan tangan, keahlian, dan skill lain, sehingga menjadi wajar dipraktikkan.
Baca Juga: Ustadz Faizar Bongkar Referensi Samsudin Jadab Ternyata dari Kitab Sihir
“Jadi, sulap itu kalau makna menghibur dengan cara yang tidak harus menghubung-hubungkan dengan keyakinan yang begitu (perdukunan), adalah hal yang wajar. Kecekatan tangan, keahlian, dan sebagainya,” tutur Buya Yahya.
(jqf)