LANGIT7.ID - , Jakarta -
Finansial merupakan salah satu masalah ekonomi yang kerap timbul dalam
rumah tangga. Biasanya, hal ini dipicu ketidakmampuan mengatur keuangan, sehingga mengakibatkan lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan.
Ketua Bidgar Perzakatan PP PERSIS, Ustaz Latief Awaludin mengatakan dalam Islam terdapat 5 kebutuhan dasar manusia yang perlu diketahui
umat Islam agar dapat mengatur keuangan dengan baik.
Baca juga: 5 Resep Finansial Bagi Pasangan Muda Ala Prita GhoziePertama, khifdzu din yakni menjaga agama. Menurut dia, umat muslim harus memprioritaskan agama terlebih dahulu baru yang lainnya.
"Prioritaskan kebutuhan agama kita misal
pendidikan agama, kehidupan agama dulu. Jangan sampai karpetnya bagus tetapi sajadah tidak punya, itu kan tidak memperhatikan agama. Jangan sampai rumahnya mewah, tetapi tidak terdapat mushola di dalamnya. Jadi kebutuhan itu yang pertama agama dulu," ujar Ustaz Latief dalam diskusi virtual bertajuk "Mengenal Cara Rasulullah SAW Dalam Mengelola Keuangan," Jumat (28/10/2022).
Kedua, khifdzu nafs yakni menjaga kehidupan seperti jiwa dan tubuh. Dia menjelaskan tubuh harus diperhatikan dengan menjaga makanan.
"Makanan jangan sekedar enak, tetapi makanan itu sebagai penggugah kita untuk ibadah kepada Allah. Makanya harus makan. Makanan yang sehat dan bergizi, tidak sekedar makanannya enak tetapi jelek dampaknya kepada tubuh," katanya.
Ketiga, khifdzu 'aql yakni kebutuhan menjaga intelektual. Artinya Anda harus memprioritaskan biaya pendidikan daripada yang lainnya.
Baca juga: Pondasi Finansial Kuat, Pakar Keuangan: Diskusi dengan Pasangan"Jangan sampai pakaian bagus tetapi biaya pendidikan anak-anak keteteran. Padahal khifdu 'aql itu penting, ini diturunkan untuk menjaga agama jiwa dan akal," ucapnya.
Keempat, khifdzu mal yakni menjaga harta. Artinya harta Anda harus dirawat dan diinvestasikan serta juga harus dibagikan. Karena ajaran agama menyatakan jika ingin harta menjadi berkah maka harus disedekahkan.
Kelima, khifdzu nasl yakni menjaga keturunan. Ustaz Latief mengingat untuk tidak memanfaatkan harta demi kepentingan ego semata, seperti membelikan pakaian dan makanan mewah, tetapi untuk generasi tidak ada.
"Jangan sampai kita meninggalkan keturunan yang lemah agama jiwa, intelektual dan harta. Jadi yang 5 ini harus diprioritaskan agama untuk intelektual, ilmu dan untuk menjaga keturunan serta harta itu sendiri," pungkasnya.
(est)