LANGIT7.ID, Jakarta - Sebanyak lebih kurang 600 warga
Afghanistan termasuk anak-anak meninggalkan tanah kelahirannya menggunakan pesawat militer milik Amerika Serikat (AS). Mereka rela berdesakan di lantai pesawat agar bisa meninggalkan Afghanistan usai Kabul dikuasai
Taliban.
Dilansir dari
Antaranews, sebuah foto menggambarkan warga sipil Afghanistan tengah membawa koper dan lainnya memegang botol susu bayi di dalam pesawat kargo C-17 viral di media sosial. Terkait hal tersebut, seorang pejabat
AS mengatakan, sekitar 640 orang bersusah payah menaiki pesawat tersebut pada Ahad (15/8/2021), ketika ribuan orang yang putus asa ingin meninggalkan Afghanistan mendatangi Bandara Kabul.
Baca Juga: Biden Diminta Mundur usai Taliban Kuasai Afghanistan"Jumlah penumpang yang biasanya tak setinggi itu adalah dampak dari situasi keamanan dan perlu segera diputuskan oleh kru yang memastikan mereka dikeluarkan dengan cepat dari negara itu," kata pejabat tersebut.
![Tragis dan Memilukan, Begini Usaha Warga Afghanistan Keluar dari Tanah Kelahirannya]()
Menurut pembuat pesawat, Boeing C-17 Globemaster III dapat membawa 134 penumpang, termasuk 54 orang di kursi samping dan 80 orang di lantai. Banyak warga Afghanistan berusaha memanjat ke pesawat lewat pintu yang setengah terbuka, sebelum pesawat tinggal landas menuju Qatar dengan penumpang terbanyak yang pernah diangkut pesawat semacam itu. Demikian laporan dari situs Pertahanan dan Keamanan AS
Defense One dalam sebuah berita.
Video dan foto lain yang menyedihkan muncul dari Bandara Kabul. Sejumlah saksi mengatakan beberapa orang
tewas dan memperlihatkan warga Afghanistan memanjat ke pesawat dan bergantungan pada roda pendaratan dalam upaya keluar dari negara tersebut.
Baca Juga: Turki Berhasil Evakuasi Ratusan Warganya dari AfghanistanBagi sejumlah pengamat, gambar di dalam pesawat C-17 merupakan tanda dari harapan dan keberanian kru evakuasi. "Dari semua kegagalan yang terjadi pekan ini, beberapa kebaikan terlihat dalam (gambar) ini," kata seorang analis keamanan yang berbasis di
Singapura Blake Herzinger, yang membagikan foto tersebut di Twitter.
![Tragis dan Memilukan, Begini Usaha Warga Afghanistan Keluar dari Tanah Kelahirannya]()
Namun bagi yang lain, foto tersebut menjadi pengingat dari upaya evakuasi yang mendatangkan malapetaka setelah AS menarik pasukannya dari Afghanistan setelah 20 tahun berperang dan Taliban merebut kekuasaan dalam hitungan hari, bukan hitungan bulan seperti yang diprediksi intelijen AS. "Kita butuh lebih banyak pesawat semacam itu," kata Direktur Eksekutif Human Rights Watch Kenneth Roth. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga: Masjid Biru Afghanistan dan Mitos Keberadaan Merpati Putih Salju Selandia Baru-Australia Bantu Evakuasi Warga Afghanistan(asf)