LANGIT7.ID, Jakarta - Invasi militer
Amerika Serikat (AS) dan NATO ke Afghanistan diklaim gagal sejak awal. Hal tersebut ditegaskan pemimpin yang mengawasi penarikan pasukan Uni Soviet dari Afghanistan 1989 lalu, Mikhail Gorbachev.
Mantan presiden Uni Soviet yang kini berusia 90 tahun itu, Kamis (12/8/2021), menganggap keberadaan Soviet di
Afghanistan sebagai kesalahan politik yang menguras sumber daya berharga. Terlebih saat itu negaranya menghadapi senjakala eksistensinya sendiri.
Baca Juga: Termasuk Duta Besar, India Evakuasi 170 Warganya dari AfghanistanPemerintah dukungan Soviet di Afghanistan bertahan selama tiga tahun hingga akhirnya Moskow menarik pasukannya. Namun, tidak pernah pulih dari keputusan Rusia yang memangkas bantuan kepada mereka setelah Soviet runtuh pada Januari 1992. Pemerintah Afghanistan pun jatuh di tahun yang sama.
Seperti dikutip kantor berita Rusia
RIA, Gorbachev mengatakan NATO dan AS tidak punya peluang untuk berhasil di Afghanistan. Bahkan, salah menangani keberadaan mereka sendiri di sana.
"Mereka (NATO dan AS) harus mengakui kegagalan mereka sebelumnya. Hal yang penting sekarang adalah mengambil pelajaran dari apa yang terjadi dan memastikan kesalahan yang sama tidak terulang," kata Gorbachev kepada
RIA.
Baca Juga: Taliban Ambil Alih Istana, Presiden Ashraf Ghani Melarikan Diri"(Pengerahan pasukan AS) itu adalah upaya gagal sejak awal meskipun Rusia mendukungnya di tahap-tahap awal," ungkapnya.
"Seperti banyak proyek serupa lain, ancaman dilebih-lebihkan dan gagasan geopolitik ditetapkan dengan buruk. Ditambah upaya tidak realistis untuk mendemokratisasi masyarakat yang terdiri dari banyak suku," ujarnya. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Desa Pentingsari, Desa Wisata di Yogyakarta yang Mendunia
Kisah Munajat Cicit Rasul Ali Zainal Abidin dari Atas Kabah(asf)