Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Jenis Tingkatan Dosa: Paling Kecil hingga Hobi Maksiat tapi Allah Maha Pemaaf

Muhajirin Rabu, 18 Agustus 2021 - 13:36 WIB
Jenis Tingkatan Dosa: Paling Kecil hingga Hobi Maksiat tapi Allah Maha Pemaaf
Ilustrasi jalan kebaikan dan kesalahan atau dosa. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Islam memerintahkan manusia untuk beribadah dan menghindar dari segala perbuatan dosa. Meskipun tidak ada yang sempurna dan luput dari kesalahan, Allah Ta’ala Maha Pengampung lagi Maha Penyayang.

Pendiri Quantum Akhyar Institute Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, tingkatan pengampunan Allah sejalan dengan tingkatan dosa yang dilakukan manusia. Kadang, dosa kecil yang dikerjakan akan gugur saat mengerjakan amal kebaikan. Ada pula dosa yang tidak bisa terhapus kecuali dengan taubat kepada-Nya.

Baca Juga: Watak Asli Umat Islam Indonesia: Sangat Toleran dan Moderat

Menurut UAH, ada empat tingkatan dosa yang dilakukan manusia. Pertama, kesalahan yang dilakukan menurunkan sifat maaf dari Allah Ta’ala. Kerap seseorang melakukan kesalahan tak sengaja dan hal tersebut masuk dalam ketegori ini. Demikian pula kesalahan-kesalahan yang berbobot ringan dan karenanya Allah Ta’ala menegaskan Dia adalah Maha Pemaaf.

Kedua, kesalahan yang mengandung nilai dosa. Kesalahan yang mengandung nilai dosa memiliki konsekuensi tinggi di sisi Allah. Tingkatan ini disebut dzambun. Berkaitan dengan dzambun, Allah menurunkan sifat Ghafir (mengampuni).

Dosa pada tingkatan ini diperjelas dalam Surah Ghafir ayat ke-3. Allah Ta’ala berfirman, "Yang mengampuni dosa dan menerima tobat dan keras hukuman-Nya; yang memiliki karunia. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah (semua makhluk) kembali."

"Allah Ta’ala mengampuni satu kesalahan yang sudah membawa nilai dosa. Bukan sekadar akhto (kesalahan) biasa, tapi membawa dosa di dalamnya," kata UAH dikutip dari kanal youtube Adi Hidayat Official, dikutip Rabu (18/8/2021).

Baca Juga: UAH Kritik Lomba BPIP: Mau Tanya Hukum Bukan ke Santri

Ketiga, kesalahan yang mengandung kezaliman. Di atas dzambun, tingkatan dosa menjadi dzunubun. Secara bahasa, dzunubun merupakan kata jamak dari dzambun. Dalam konteks ini pun Allah Ta’ala masih memberikan peluang untuk mengampuni. Berkenaan dengan ini, Allah turunkan sifat yang disebut Ghaffar (Maha Pengampun).

"Maka aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun," (QS. Nuh: 10).

Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala menggunakan kata Ghaffar untuk menunjukkan dosa ummat Nabi Nuh yang berakumulasi atau menumpuk terlalu banyak. Maka, dengan itu level pengampunan-Nya naik menjadi Al-Ghaffar.

"Kalau sudah mengandung sifat dzalim di dalamnya. Misalnya tidak shalat, menyuruh orang lain tidak shalat, dan mencela orang shalat, itu disebut dzulumun ma’dzulmi. Makanya orang yang menghalangi orang lain untuk beribadah disebut orang-orang yang zalim," ungkapnya.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 114, "Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya. Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.

Namun, di tingkatan ini pun Allah masih beri kesempatan kepada para pendosa tersebut yang hendak bertaubat. Berkenaan dengan ini, Allah turunkan sifat Ghafur atau Ghafurun.

Baca Juga: Muharram Momen Hijrah, UAH: Dekatkan Diri ke Masjid dan Al Quran

Keempat, tingkatan paling tinggi dari kemaksiatan disebut israf. Kejahatan atau kesalahan yang dilakukan sangat berlebihan atau sudah melewati batas. Orang yang berada pada tingkatan ini tidak mau disaingi dalam berbuat dosa.

Allah berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 53, "Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Jadi, pada tingkatan kesalahan terkecil ada sifat Allah yang Maha Mengampuni. Bahkan sampai berlebihan pun, Dia masih memberi kesempatan sampai nyawa belum sampai ke tenggerokan untuk bertaubat. Jika dengan semua kesempatan tersbeut, seseorang belum mau bertaubat juga, maka dengan cara apalagi Allah mesti mengampuninya.

"Jadi benar kata nabi, semua ummatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Jadi, kalau ada yang mendapatkan rahmat Allah, itu anugerah. Namun kalau masuk ke negara, itu karena orang tersebut memang ingin masuk ke neraka," ucapnya.

Baca Juga:

Keuntungan Dunia Akhirat Menyekolahkan Anak ke Pesantren

Keutamaan Shalat Isyraq, Bisa Dapat Pahala Setara Haji dan Umrah


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)