Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Nomorsatukan Kebahagiaan Orang Lain, Ustaz: Bagus, Asal Tak Berlebihan

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 03 November 2022 - 16:18 WIB
Nomorsatukan Kebahagiaan Orang Lain, Ustaz: Bagus, Asal Tak Berlebihan
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Dalam definisinya, people pleaser adalah sebutan bagi orang yang ingin atau mementingkan kesenangan dan kebahagiaan orang lain dibanding dirinya sendiri. Sekilas people pleaser setipe dengan "yes man".

Lalu bagaimana Islam memandang people pleaser?

Pimpinan Majelis Munajat Fuzhla Indonesia, Ustaz Muhammad Muslih Aziz mengatakan sikap lebih mementingkan kebahagiaan orang lain daripada diri sendiri merupakan hal yang bagus, asalkan tidak dilakukan secara berlebihan.

Baca juga: Mengenal People Pleaser dan Penyebabnya

"Masing-masing orang mempunyai sikap terhadap dirinya dan orang di luar dirinya. Dalam suasana psikologis ada orang yang menganggap dirinya bahagia ketika menolong orang. Dia bahagia ketika melihat orang bahagia tidak peduli dengan dirinya. Dia mengambil filosofi bahwa bahagia adalah dengan membahagiakan orang," ujar Ustaz Muslih Langit7, Kamis (3/11/2022).

Dia lalu mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpikir tentang dirinya. Maka itu, merupakan hal baik jika Anda juga berpikir tentang orang lain.

"Bahasa lainnya, kalau kita berorientasi untuk akhirat, maka dunia akan ikut. Kalau kita hanya fokus kepada dunia maka jangan harap mendapatkan akhirat, tetapi kalau kita fokus dengan akhirat dunia akan ikut," katanya.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya." (HR Muslim).

Menurut Ustaz Muslih hadist ini sekaligus menjawab pertanyaan orang-orang terkait kapan Allah memberikan pertolongan pada mereka.

Baca juga: Jangan Mengeluh, Ujian Bagian untuk Dapatkan Kebahagiaan

"Kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka Allah akan pikirkan kita. Maka prasyarat kita dibahagiakan oleh Allah, yakni kita berikan kebahagiaan pada orang lain. Tetapi jangan berlebihan juga. Sebab bagaimana bisa dia beribadah, jika tidak mencintai dirinya," tutur Ustaz Muslih.

"Akhirnya ada kalimat, dari pribadi yang sholeh menuju keluarga yang sholeh. Lalu dari keluarga yang sholeh menuju lingkungan yang sholeh. Kemudian lingkungan yang sholeh menuju akhirnya masyarakat yang sholeh dan seterusnya," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)