LANGIT7.ID - , Jakarta - Dalam definisinya,
people pleaser adalah sebutan bagi orang yang ingin atau mementingkan kesenangan dan kebahagiaan orang lain dibanding dirinya sendiri. Sekilas
people pleaser setipe dengan "yes man".
Lalu bagaimana Islam memandang
people pleaser?
Pimpinan Majelis Munajat Fuzhla Indonesia, Ustaz Muhammad Muslih Aziz mengatakan sikap lebih mementingkan
kebahagiaan orang lain daripada diri sendiri merupakan hal yang bagus, asalkan tidak dilakukan secara berlebihan.
Baca juga: Mengenal People Pleaser dan Penyebabnya"Masing-masing orang mempunyai sikap terhadap dirinya dan orang di luar dirinya. Dalam suasana psikologis ada orang yang menganggap dirinya bahagia ketika
menolong orang. Dia bahagia ketika melihat orang bahagia tidak peduli dengan dirinya. Dia mengambil
filosofi bahwa bahagia adalah dengan membahagiakan orang," ujar Ustaz Muslih Langit7, Kamis (3/11/2022).
Dia lalu mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpikir tentang dirinya. Maka itu, merupakan hal baik jika Anda juga berpikir tentang orang lain.
"Bahasa lainnya, kalau kita berorientasi untuk
akhirat, maka dunia akan ikut. Kalau kita hanya fokus kepada dunia maka jangan harap mendapatkan akhirat, tetapi kalau kita fokus dengan akhirat dunia akan ikut," katanya.
Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya." (HR Muslim).
Menurut Ustaz Muslih hadist ini sekaligus menjawab pertanyaan orang-orang terkait kapan Allah memberikan pertolongan pada mereka.
Baca juga: Jangan Mengeluh, Ujian Bagian untuk Dapatkan Kebahagiaan"Kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka Allah akan pikirkan kita. Maka prasyarat kita dibahagiakan oleh Allah, yakni kita berikan kebahagiaan pada orang lain. Tetapi jangan berlebihan juga. Sebab bagaimana bisa dia beribadah, jika tidak mencintai dirinya," tutur Ustaz Muslih.
"Akhirnya ada kalimat, dari pribadi yang sholeh menuju keluarga yang sholeh. Lalu dari keluarga yang sholeh menuju lingkungan yang sholeh. Kemudian lingkungan yang sholeh menuju akhirnya masyarakat yang sholeh dan seterusnya," pungkasnya.
(est)