LANGIT7.ID, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun mengakibatkan sekolah belum menggelar pembelajaran tatap muka dan masih menerapkan pebelajaran via daring. Menurut Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan, akibatnya banyak anak kecanduan
gadget dan hal itu punya dampak buruk bagi anak. MUI melihat perlu adanya langkah-langkah agar penggunaan ponsel menjadi solusi di tengah Pandemi.
Amirsyah Tambunan menyebut persoalan belajar daring dan dampaknya telah dibahas dalam Rapat Pimpinan MUI pada Selasa (22/6/2021).
“Kita sudah membahas ini, salah satu yang berdampak pada anak-anak. Bayangkan anak-anak banyak jadi korban kecanduan HP, karena orang tua mungkin tidak mendampingi dengan baik, tidak mengedukasi.” kata Amirsyah kepada LANGIT7.ID , Rabu (30/6/2021).
Bahkan ironisnya, menurut Amirsyah tak sedikit orang tua yang malah membiarkan anaknya asyik sendiri bermain gadget. Alih-alih menyelesaikan masalah, hal tersebut justru menambah masalah anak semakin kecanduan gadget.
Menurut pria yang pernah menjadi Guru di berbagai tingkat pendidikan ini, semestinya bukan ponsel atau gadget yang menguasai manusia, melainkan manusialah yang harus menguasainya.
Maka di sini kata kuncinya menurut Amirsyah adalah pendidikan. Pendidikan untuk siapa? Pendidikan untuk orang tua, bagi anak-anak dan masyarakat.
“Karena HP itu adalah salah satu alat teknologi yang di era pandemi ini harus kita gunakan dengan cara yang positif. Jangan melahirkan perilaku yang negatif,” ujarnya menegaskan.
Ia memberikan perumpamaan, bahwa ponsel itu ibarat pisau bermata dua. Jika tidak bijak digunakan akan memberi dampak negatif.
“Kalau kita punya pisau dapur, pisau dapurnya kita gunakan dengan baik atau tidak. Kira-kira begitulah peran ponsel dan teknologi digital di masa pandemi, apakah dengannya pendidikan kita sudah bisa menyelesaikan masalah, terlebih ketika kita mengalami pandemi, dan sayangnya sekarang belum bisa” katanya.
Untuk itu, menurut Sekjen MUI harus dilakukan langkah-langkah berupa sosialisasi, edukasi dan literasi bagi orang tua dan masyarakat agar bijak mengawasi anak belajar daring.
“Supaya penggunaan HP bisa menjadi salah satu solusi di tengah pandemi, di mana cara belajar kita belum bisa tatap muka,” imbuhnya.
(jqf)