LANGIT7.ID, Jakarta - Kata 'berkah' sering kali kita dengar bahkan kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama setelah melakukan kebaikan kepada orang lain. Namun tak banyak yang mengetahui secara pasti makna dari kata tersebut.
Berdasarkan pendapat para ulama dan pakar bahasa arab, Anggota Dewan Hisbah PP Persis, Ustaz Amin Muchtar menjelaskan bahwa berkah memiliki makna
tsubutul khair al-ilahy fi as-syay'i atau adanya kebaikan ilahi dalam sesuatu.
"Berkah adalah kebaikan dari Allah yang tetap konsisten pada sesuatu," kata Ustaz Amin dikutip di kanal Sigabah, Ahad (20/11/2022).
Baca Juga: Buah Sikap Husnuzan dalam Hidup, Ketenangan dan Akhlak MuliaDia menegaskan bahwa sebagai hamba Allah sudah seharusnya manusia selalu bersyukur atas rahmat Allah SWT. Rasa syukur tersebut bisa dilakukan dengan cara tawakal kepada Allah dan selalu menjadi pribadi positif yang berdampak bagi orang lain.
"Kebaikan dari Allah disebut berkah karena kebaikan itu tidak akan pernah berubah dan tidak akan pernah hilang. Bagaikan air yang tertampung di telaga," ujarnya.
Tak sampai di situ, Ustaz Amin memaparkan, ada makna lain dari kata berkah, sebab kata berkah dapat dimaknakan berbeda tergantung pada konteks pembicaraan. Misalnya, berkah yang berasal dari kata
al-barkuh merujuk pada bagian hewan yakni dada unta.
Tepatnya, lanjut dia, yakni ketika unta sedang dalam posisi tengkurap, maka dada dari hewan itu akan membekas semacam lubang kecil di tanah. Lubang itulah yang disebut al-barkuh.
"Apa hubungannya berkah dengan dada unta? Dalam bahasa Arab ternyata berkah tidak istimewa kalau melihat asal muasal," jelasnya.
Baca Juga: Dikabarkan Mualaf, Daniel Mananta Ungkap Alasan Sowan ke UAS(zhd)