LANGIT7.ID - , Jakarta -
Zalim adalah sifat yang tidak disukai Allah SWT dan para rasul-Nya, karena termasuk hal yang merugikan orang lain. Meski demikian, faktanya masih banyak ditemui praktek zalim dalam kehidupan sehari-hari terlebih pada sesama muslim.
Lantas, bagaimana mengatasi orang yang bersikap zalim?
Praktisi Islamic Parenting,
Ustaz Bendri Jaisyurrahman mengatakan dalam hadis Nabi Saw dijelaskan bahwa
menolong merupakan cara tepat mengatasi orang yang zalim.
Baca juga: Tafsir Surat Yunus Ayat 44: Manusia Zalim terhadap Diri SendiriDari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا
"Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi."
Usai mendengar perkataan Nabi Saw, para sahabat tidak memahami makna yang menjelaskan harus menolong pembuat zalim. Maka, Nabi Saw berkata hentikan perbuatan mereka.
"Jadi orang-orang yang berbuat zalim itu tugas kita menghentikan kezalimannya, tetapi harus dengan hal yang kita sadari dan dengan ilmu. Misal terkadang ada kezaliman itu dilakukan karena orang-orang yang memang sudah habit atau kebiasaan buruk yang tidak pernah bisa dikendalikan dari kecil," ujar Ustaz Bendri dalam kajian bertajuk Jangan Dzolim, Sabtu (26/11/2022).
Baca juga: Nabi Ibrahim Lantunkan Hasbunallah wa Ni’mal Wakil Ketika Dibakar Penguasa Zalim"Contoh ada orang yang biasa mencela karena ternyata sebagian besar isi kepalanya sudah disetting oleh pengasuhnya demikian," lanjut dia.
Artinya, orang-orang yang suka mencela bisa jadi merupakan korban dari zalim itu sendiri.
"Jadi jangan kaget kalau dari kecil orang itu terbiasa dibully maka sudah besar dia biasa melakukan itu kepada orang lain, karena isi kepalanya tergantung dari apa yang dia terima di masa kecilnya," imbuhnya.
Pencela itu sendiri merupakan orang-orang yang butuh pertolongan, lantaran mereka tidak bisa mengatakan sayang kepada orang lain. Kondisi ini bisa jadi dilatari pola didik orang tua yang tidak pernah berbicara sayang dan hanya mengeluarkan perkataan zalim, seperti bodoh atau lainnya.
"Tugas kita adalah kalau kita benar-benar menjadikan dia saudara, maka kita mengisi isi kepalanya dengan kata-kata yang membuat dia itu mungkin kaget karena tidak pernah mendapatkan kata-kata seperti itu," kata Ustaz Bendri.
Baca juga: Islam Larang Zalimi Buruh, Berikut Haknya yang Harus DipenuhiUstaz yang biasa dipanggil Ajo Bendri ini menyimpulkan, untuk mengatasi kezaliman dengan melakukan tindakan yang diajarkan Rasulullah Saw, yaitu memberi hal yang tidak diperoleh di masa kecil.
"Kenali apa yang menyebabkan seseorang itu bersikap zalim, obati dan kita terapi. Kalau kezalimannya itu misalnya sampai dia melakukan hal-hal yang lebih daripada itu, maka kita bisa meningkatkan lebih lagi. Jadi memang perlakukan saudara itu sebagai objek dakwah kita," cetusnya.
(est)