Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 13 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Suami-Istri 'Perang Doa' Selama 24 Tahun, Kepala Rumah Tangga Kini Mualaf

Andi Muhammad Jum'at, 09 Desember 2022 - 04:00 WIB
Suami-Istri 'Perang Doa' Selama 24 Tahun, Kepala Rumah Tangga Kini Mualaf
Suami-Istri Perang Doa Selama 24 Tahun, Kepala Rumah Tangga Kini Mualaf. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Kisah menarik datang dari sepasang suami istri asal Surabaya, Jawa Timur. Mereka ialah Thomas Setiobudi dan Tri Astuti Handayani yang saling mendoakan satu sama lain agar pindah agama ke salah satu pihak. Saat itu keduanya memasuki usia pernikahan ke-24 tahun.

Mereka memang tidak mengajak secara langsung untuk percaya ke masing-masing agama mereka. Namun kedua pasangan itu sama-sama saling berharap agar kekasihnya mempercayai agama yang mereka anut.

"Secara tidak langsung memang tidak ada tarik menarik tapi secara dibawa ke doa itu ada, jadi saya ke gereja selalu saya berdoa supaya anak dan istri saya mau ikut saya (masuk Kristen)," kata Thomas dikutip di kanal Hidyatullah TV, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga: Vina Josephin, Masuk Islam Setelah Baca Muqadimah Al-Quran

Uniknya, toleransi beragama sangat diimpelentasikan dalam rumah tangga mereka kala itu. Ketika hari raya Kristen seperti Natal, sang istri membantu persiapan suami mengadakan Natal.

Sebaliknya, ketika memasuki hari besar Islam, sang suami membantu pasangan tercintanya untuk menyambut hari-hari besar Islam, seperti perayaan lebaran Idul Fitri.

Kala itu mereka telah dikarunia tiga anak yang mana ketiganya memeluk agama Islam. Hanya Thomas yang masih memegang teguh kepercayaannya dan terus medoakan istri tercinta demi memeluk kepercayaan yang sama.

Hal yang sama dilakukan Tri sebagai istri, dia memanjatkan doa di sepertiga malam kepada Allah SWT supaya suaminya diberikan hiyadah untuk menjadi mualaf.

"24 tahun itu saya selalu bilang sama Allah di doa saya. Allah Maha Tahu, saya tidak mampu kalau saya harus bilang secara langsung kepada suami saya, tapi saya yakin Allah pun Maha Tahu keinginan terbesar saya untuk bisa sama-sama seiman," jelas Tri.

Baca Juga: Kumandang Adzan Bikin Suporter Piala Dunia Belajar Islam

Selama 24 tahun mereka menikah, tak henti-hentinya dari masing-masing individu memanjatkan doa agar menjadi seiman dengan agama yang masing-masing mereka peluk.

Kisah pertemuan mereka berawal di pekerjaan yang sama. Mereka memutuskan untuk menikah, pernikahan dapat berlangsung tanpa adanya polemik sebab ketika itu belum ramai undang-undang pernikahan beda agama.

Pernikahan pun dilakukan secara Islam, ini merupakan syarat dari pihak mempelai wanita. Meski begitu, Thomas tetap enggan untuk menjadi mualaf.

Tri mengungkapkan, saat itu dirinya tidak mengetahui pernikahan beda agama dilarang. Maka itu digelarlah akad nikah secara islam.

"Tapi semakin berjalannya waktu sering ikut kajian nambah ilmu. Nah itu semakin beban, mungkin antara lima sampai enam tahun menikah saya baru benar-benar paham," tuturnya.

Baca Juga: Pemuda Asal Nias Masuk Islam Setelah Dengar Khutbah Jumat

Tak jarang teguran dia dapatkan dari temannya terkait pernikahan beda agama. Hari demi hari Tri lewati dengan memperdalam ilmu agama serta sembari medoakan Thomas agar diberi hidayah oleh Allah SWT.

Walaupun rumah tangga mereka berlangsung tentram dan damai ketika itu, namun Thomas memiliki stigma negatif terhadap Islam. Alih-alih mempunyai stigma demikian, sang kepala keluarga itu akhirnya tertarik dengan Islam dan memutuskan mualaf pada tahun 2021 lalu.

Keputusannya itu lahir sebab Thomas kerap menonton kajian-kajian dari ulama besar Indonesia via Youtube. Dari sejumlah kajian yang di tonton, Thomas akhirnya mendapatkan hidayah dan memercayai agama Islam sebagai agama yang sempurna.

"Sampai tanggal enam bulan sembilan saya bilang ke istri saya, saya mau masuk Islam," ucap kepala rumah tangga itu.

Tepat pada hari Rabu 8 September 2021 sang suami berikrar dua kalimat syahadat di masjid yang tak jauh dari tempat tinggalnya, yakni Masjid Bukit Palma, Surabaya.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Mualaf Mantan Pendeta Dantje Mumek

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 13 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:52
Ashar
15:13
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)