LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), Kiai Masduki Baidlowi menyampaikan fenomena tahun politik 2024 harus disikapi positif dan bagi MUI tetap harus bersikap netral.
Menurut Kiai Masduki, dalam
tahun politik 2024 nanti MUI harus menempatkan diri sebagai lembaga yang netral serta dapat mengambil posisi yang strategis.
“MUI dalam konteks politik praktis di 2024 diletakkan dalam posisi netral, dalam artian jangan terjebak dalam politik praktis,” ujar Kiai Masduki dalam keterangannya dikutip Jumat (9/12/2022).
Baca juga: Anies dan Ganjar Jadi Tokoh Politik Paling Populer di MedsosMenurut Kiai Masduki, jika berbicara mengenai politik, ada dua pembahasan, yakni high politik dan juga low politik.
"Dalam pembicaraan high politik, sasarannya adalah bagaimana
MUI agar dapat menjadi inspirasi dan patokan bagi umat," terangnya.
MUI kata Kiai Masduki merupakan sebuah lembaga yang menjadi bagian penting yang berfungsi untuk mengintegrasikan umat.
"Bukan sebaliknya justru malah menjadi bagian dari yang dipermainkan oleh parpol-parpol yang punya kepentingan,” jelasnya.
Kiai Masduki, menambahkan demokrasi politik itu selalu menghitung dua hal prinsip, yakni substansial politik dan juga prosedural politik.
"Substansial politik itu artinya adalah hal-hal yang menyangkut prinsip-prinsip dasar keumatan. Seperti, hal yang menyangkut persoalan kebangsaan dan kenegaraan. Dalam konteks politik kebangsaan dan kenegaraan MUI harus berada di garda terdepan," katanya.
Baca juga: BPET-MUI Minta Deradikalisasi Jadi Program Wajib Narapidana Selain itu, MUI juga harus menepis isu-isu, pokok-pokok pikiran yang mencoba menyimpangkan generasi muda dari pikiran-pikiran ideologi negara yang menyimpang dari NKRI.
"MUI juga harus mengeksplorasi SDM yang dimiliki, untuk kemudian diarahkan pada penguatan ideologi kenegaraan dan jug keagamaan," tuturnya.
(sof)