Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 10 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Nabi Khidir Diklaim Masih Hidup, Benarkah Demikian?

Muhajirin Jum'at, 16 Desember 2022 - 20:05 WIB
Nabi Khidir Diklaim Masih Hidup, Benarkah Demikian?
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Salah satu Nabi yang dianggap masih hidup hingga hari ini adalah Nabi Khidir Alaihissalam. Dalam sebagian kepercayaan tasawuf, Nabi yang pernah memberikan pembelajaran pada Nabi Musa ini, sering disebut-sebut masih hidup dan menemui orang-orang alim.

Mantan Ketua Majelis Tinggi Urusan Keislaman Mauritania, Syaikh Muhammad Salim Walad Abdul Wadud Asy-Syinqithi, menjawab pertanyaan terkait Nabi Khidir yang diklaim masih hidup sampai sekarang. Menurut dia, klaim tersebut tidak bisa dipercaya.

“Adapun jika dikatakan Nabi Khidir itu hidup atau mati, kisah seperti itu tidak mungkin kita percayai (yang mengatakan Nabi Khidir masih hidup),” kata Syaikh Muhammad Salim di kanal بلوارميديا, dikutip Jumat (16/12/2022).

Baca Juga: Detik-Detik 4 Peristiwa Menakjubkan Kelahiran Rasulullah SAW

Setidaknya ada tiga alasan atau dalil yang menjadi landasan bahwa Nabi Khidir sudah meninggal dunia. Dalil-dalil itu di antaranya:

1. Zhahir Keumuman Ayat


وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

"Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal." (QS. Al-Anbiya': 34).

Kata لِبَشَرٍ (bagi seorang manusia pun) dalam ayat tersebut bersifat nakirah (umum). Artinya, ayat tersebut bersifat umum bagi setiap manusia. Hal itu melazimkan berupa peniadaan kekekalan kehidupan bagi setiap manusia, terkhusus sebelum zaman Nabi Muhammad SAW. Termasuk dalam hal ini Nabi Khidir, karena dia hidup sebelum Rasulullah.

Baca Juga: 5 Mukjizat Para Nabi yang Terwujud di Era Modern

"Tidak ada dalil dalam Al-Qur’an yang menyebutkan itu dan saya tidak mengetahui hadits shahih yang menyebutkan akan hal itu,” kata Syaikh Muhammad Salim.

2. Rasulullah Menegaskan Semua Manusia Mati


Ada hadits shahih dalam riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan Nabi Muhammad SAW bersabda kepada para sahabat di akhir hayatnya. Hadits itu berbunyi:

أَرَأَيْتَكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ؟ فَإِنَّ رَأْسَ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لَا يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ أَحَدٌ

"Tidakkah kalian perhatikan malam kalian ini? Maka sesungguhnya pada setiap penghujung seratus tahun darinya takkan tersisa seorangpun dari muka bumi ini".

Ada pula hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim dan Imam Ahmad. Hadits itu berbunyi:

مَا مِن نَفْسٍ مَنْفُوسَةٍ اليَومَ، تَأْتي عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ، وَهي حَيَّةٌ يَومَئذٍ

"Tiada dari satu jiwapun yang bernafas hari ini yang datang darinya seratus tahun, sedangkan dia hingga hari ini masih hidup".

Baca Juga: Manusia Meninggal Dunia Sesuai Kebiasaannya, Rutinkan Ibadah

Hadits shahih itu menunjukkan tidak ada kekekalan kehidupan bagi satu jiwapun yang bernafas di muka bumi setelah seratus tahun. Sabda beliau نَفْسٍ مَنْفُوسَةٍ (satu jiwapun yang bernafas) itu umum, termasuk dalam hal ini adalah Nabi Khidir.

“Maka klaim Khidir yang hidup setelah seratus tahun di muka bumi dari waktu malam yang Nabi SAW bersabda itu, tidak mungkin,” ujar Syaikh Muhammad Salim.

3. Kewajiban Mengikuti Risalah Rasulullah


Jika hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW, maka pasti Nabi Khidir mengikuti risalah Rasulullah. Itu karena Nabi Muhammad adalah utusan bagi seluruh alam semesta. Ayat-ayat yang menunjukkan akan keumuman risalah Rasulullah SAW sangat banyak termaktub dalam Al-Qur’an. Di antaranya:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا

"Katakanlah (Muhammad), 'Hai manusia, sesungguhnya aku ialah utusan Allah kepada kalian semua.." (QS. Al-A'raf ayat 158).

تَبَارَكَ الَّذِي نزلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

"Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan [Alquran] kepada hambaNya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam." (QS. Al-Furqan ayat 1).

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ

"Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada manusia seluruhnya.." (QS. Saba' ayat 28).

Baca Juga: Allah SWT Telah Tetapkan Musibah sebelum Penciptaan Langit Bumi

Selain itu, dijelaskan dalam Surah Ali Imran, Allah Ta’ala telah mengambil janji dari para nabi sebelumnya untuk beriman kepada Nabi Muhammad SAW. Para nabi dan rasul diminta membantu dakwah Rasulullah jika hidup sezaman manusia terbaik tersebut.

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

"Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para Nabi, 'Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.' Allah berfirman, 'Apakah kalian mengakui dan menerima perjanjianKu terhadap yang demikian itu.' Mereka menjawab, 'Kami mengakui.' Allah berfirman, 'Kalau begitu, saksikanlah (hai para Nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kalian.' (QS. Ali 'Imran ayat 81).

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 10 Juli 2026
Imsak
04:34
Shubuh
04:44
Dhuhur
12:02
Ashar
15:23
Maghrib
17:55
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan