LANGIT.ID, Jakarta - Seorang muslim bisa belajar dari
Halimah As-Sa'diyah, ibu persusuan Nabi Muhammad SAW. Kisah tersebut memberi tahu umat Islam keutamaan merawat
anak yatim.
Ketulusan Halimah merawat
Muhammad kecil merubah hidupnya yang miskin hingga menjadi orang terkaya di sukunya.
Kisah Halimah As-Sa'diyah dalam merawat Muhammad kecil itu diceritakan dalam buku
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. Setidaknya, dari kisah tersebut ada beberapa pelajaran yang dipetik umat Islam di zaman sekarang.
Lantas apa saja itu? Melansir
Muslim Hands, berikut ulasannya:
Baca Juga: Kisah Halimah As-Sa'diyah, Rasakan Berkah karena Susui Nabi SAW1. Murah HatiHal penting yang dapat dipetik dari kisah Halimah merawat Muhammad kecil itu adalah kemurahan hati terhadap orang lain, terutama anak yatim.
Meskipun Halimah diketahui hidup serba berkecukupan, tapi dia dan suaminya, Harits bin Abdil Uzza, tetap memutuskan untuk merawat Muhammad yang saat itu ditinggal wafat oleh ayahnya semenjak masih dalam kandungan.
Seperti sabda Rasulullah SAW, "Yang penyayang akan ditunjukkan belas kasih oleh Yang Maha Penyayang. Kasihanilah mereka yang di bumi dan yang di langit akan menyayangimu". (HR. Tirmidzi).
2. Pertolongan atas Kehendak AllahPertolongan dan kemudahan hidup datang atas kehendak Allah. Dia memberikannya kepada orang-orang yang mau peduli terhadap sesama, terlepas apapun situasi sulit yang tengah dihadapi.
Seperti juga Halimah dan Harits yang tak pernah tahu bahwa akan menjadi orang terkaya di suku Sa'diyah. Padahal sebelumnya mereka hanya berniat ingin menawarkan jasa persusuan dengan imbalan tertentu.
Tapi imbalan Allah lebih besar. Keduanya mendapatkan lebih dari apa yang mereka inginkan bahkan tak pernah mereka impikan sebelumnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya." (HR. Bukhari).
3. BerkahHidup keluarga Harits dan Halimah mendadak berubah 180 derajat setelah limpahan berkah datang ke dalam rumahnya, melalui Muhammad kecil.
Anak yatim yang belum berdaya, mereka asuh dengan sepenuh hati dan ikhlas. Lihat bagaimana Allah membalasnya, yaitu melipatkgandakan berkali-kali lipat apa yang mereka berikan kepada anak yatim.
Nabi SAW bersabda, "Sedekah tidak mengurangi hartamu." (HR. Muslim).
Untuk itu, sekalipun dalam keadaan sulit umat Islam tetap dianjurkan selalu mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada orang lain. Dengan memberi harapan kepada orang lain, kaum muslimin juga akan mendapatkan limpahan berkah atas kehendak Allah.
(bal)