LANGIT7.ID,- -
Al Quran dan hadist banyak menyebutkan tentang keutamaan
sikap mental positif, ketekunan, dan optimisme dalam menghadapi kesulitan. Seperti disebutkan dalam
surah Al Baqarah ayat 155 yang berbunyi,
وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ
Wa lanablu wannakum bishai'im minal khawfi waljuu'i wa naqsim minal amwaali wal anfusi was samaraat; wa bashshiris saabiriinArtinya: Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar
Baca juga: Berpeluang Pimpin Muhammadiyah, Muhadjir: Terpilih Alhamdulillah, Tidak Juga AlhamdulillahDokter Naturopati dan ahli herbal Amerika Serikat, Dr Karima Burns mengatakan umat Islam harus mengucapkan 'Alhamdulillah' atas apa yang dimiliki, 'Insya Allah' untuk apa yang diniatkan, dan, 'Subhanallah' ketika melihat sesuatu yang menarik atau menakjubkan.
"Kita harus ingat untuk mengatakan, Astaghfirullah” ketika kita kehilangan kesabaran atau menjadi lemah, dan yang paling penting, “Allahu Akbar” ketika kita menghadapi tantangan hidup," tambah Karima, dikutip About Islam, Sabtu (31/12/2022).
Menurut Karima, lima frasa ini bila diucapkan secara teratur, layaknya mengonsumsi multivitamin, dapat memberi manfaat bagi kesehatan secara holistik.
Dalam sabda Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Huraira, “[Orang] yang kuat bukanlah orang yang mengalahkan orang dengan kekuatannya, tetapi [orang] yang kuat adalah orang yang yang mengendalikan dirinya saat marah.”
"Padahal, tetap sabar dan tenang adalah kunci kekuatan fisik. Fosfor bukan satu-satunya nutrisi yang dapat terkuras oleh tekanan mental dan kurangnya ketenangan spiritual. Jika kelenjar tiroid, organ utama yang menangani emosi kita, bekerja lembur, kita bisa menderita kekurangan yodium," kata Karima.
Baca juga: Mahfud MD: Alhamdulillah, RKUHP Siap DiberlakukanBahkan, hipoglikemia (gula darah rendah) bisa disebabkan oleh kegembiraan. Nabi Muhammad (SAW) merekomendasikan umatnya untuk mengambil jalan yang lebih moderat dalam hidup.
Namun, kenyataannya, manusia sering mengekspos diri pada kegembiraan yang intens seperti berteriak, menonton televisi secara berlebihan, pergi ke mal, bioskop, pesta, taman hiburan, dan lainnya.
"Saat kita melihat sesuatu yang menarik, korteks adrenal kita terstimulasi dan terjadi peningkatan gula darah kita. Ini, pada gilirannya, merangsang pankreas untuk mengeluarkan insulin ke dalam darah untuk menurunkan kadar gula, menyebabkan kita merasa lelah atau lemah," lanjut terapis yang memiliki pengalaman selama 9 tahun ini.
Padahal cara paling sederhana untuk memunculkan ketenangan juga kesehatan dengan membiasakan diri mengucap 'Alhamdulillah' atas apa yang dimiliki dan dihadapi.
Baca juga: Sonny B Williams: Alhamdulillah, Istri Saya Putuskan Berhijab"Oleh karena itu, cara terbaik untuk menghindari sikap dan emosi negatif yang mengendalikan tubuh kita adalah dengan mengamalkan kata-kata mutiara yang telah diberikan kepada kita di sepanjang Al-Qur'an dan Hadits," tutupnya.
(est)